Selasa, 20 Januari 2026

Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha Kuliner di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Murid SDN 03 Bengkong saat menikmati makanan bergizi gratis. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga membawa angin segar bagi pelaku usaha kuliner lokal Batam. Saat ini, enam dapur swasta telah terlibat dalam penyediaan makanan bergizi bagi lebih dari 17 ribu siswa di 23 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan, dua dapur tambahan akan segera beroperasi di Batam Kota dan Nongsa. Dengan begitu, jumlah total dapur yang mendukung program ini akan menjadi delapan, membuka peluang ekonomi baru bagi penyedia jasa katering dan tenaga kerja lokal.

“Kalau sekarang ini ada enam dapur, nanti tambah dua jadi delapan dapur. Kalau sudah delapan dapur, saya yakin tembus 20 ribu siswa,” kata Tri Wahyu, Selasa (6/5).

Baca Juga: Pemko Batam Genjot Proyek Infrastruktur Jalan di Batuaji dan Sagulung, Jalan Dibuat 5 Lajur

Dari proses seleksi yang dilakukan, hanya dua dari enam calon dapur baru yang memenuhi kriteria akhir. Artinya, potensi penambahan penerima manfaat diperkirakan mencapai 6.000 siswa.

Setiap dapur rata-rata mampu menyuplai makanan untuk 3.000 hingga 3.500 siswa setiap hari. Ini memberikan peluang kerja bagi puluhan juru masak, tenaga distribusi, hingga pengemasan makanan yang sebagian besar berasal dari warga setempat.

“Dari sisi ekonomi, ini turut menggerakkan roda usaha kecil dan menengah di Batam. Banyak dapur yang juga bekerja sama dengan petani lokal untuk pengadaan bahan baku sayur dan buah,” ungkap salah satu pengelola dapur di Sei Beduk.

Baca Juga: Pasca SMPN 28 Terendam Banjir, Siswa dan Guru Gotong Royong Bersihkan Sekolah, Dibantu Damkar

Meski demikian, tantangan tetap ada, salah satunya terkait selera makan anak, terutama dalam memperkenalkan menu sehat seperti sayur kepada siswa SMP.

“Kita terus edukasi anak-anak agar suka makan sayur, karena kecenderungannya masih pilih-pilih,” kata Tri.

Saat ini, enam dapur aktif tersebar di berbagai wilayah Batam, termasuk Batam Kota, Sei Beduk, Bengkong, Nongsa, dan Sekupang. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemko Batam dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update