Senin, 12 Januari 2026

Pemko dan BP Batam Matangkan Penanganan Banjir, Tinjau 12 Kecamatan dalam 18 Hari

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat meninjau salah satu titik banjir di Batam.

batampos – Hujan deras yang mengguyur Batam dalam beberapa pekan terakhir memaksa pemerintah bertindak cepat. Tak ingin berlama-lama terjebak dalam rutinitas rapat tanpa aksi, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, langsung turun tangan memimpin koordinasi lintas instansi.

Dari ruang rapat Pemko Batam, Selasa (6/5), ia merumuskan langkah konkret: tinjau semua titik banjir di 12 kecamatan dalam waktu 18 hari, catat, dan tangani.

Li Claudia ingin semua pihak melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Setelah merangkum permasalahan di 12 kecamatan, ia menyebutkan bahwa proses pengecekan lapangan akan memakan waktu sekitar 18 hari. Langkah ini diambil guna memastikan penanganan dilakukan secara tepat sasaran dan menyeluruh.

“Baik Deputi dan Direktur BP Batam, maupun para camat, silakan saling berkoordinasi selama proses peninjauan berlangsung. Catat hal-hal yang perlu diperbaiki segera,” katanya.

Baca Juga: Musim Hujan, Jalan yang Baru Ditambal, Kembali Rusak

Selain isu banjir, rapat juga menyoroti sejumlah titik rawan longsor yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai disebut sebagai kawasan yang paling rentan dan harus diwaspadai.

Dia menggarisbawahi bahwa masalah banjir dan longsor tidak bisa dilihat secara terpisah dari perencanaan tata ruang dan penyediaan lahan. Karena itu, kebutuhan lahan untuk pembangunan fasilitas publik menjadi agenda penting dalam rapat tersebut.

Adapun lahan yang dibutuhkan mencakup pembangunan sekolah, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), serta fasilitas layanan kesehatan. Ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai dinilai krusial untuk mendukung kehidupan masyarakat Batam yang terus berkembang.

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya menyediakan infrastruktur dasar yang memadai dan merata bagi seluruh masyarakat,” kata dia.

Baca Juga: 10 UMKM Batam Terima Pinjaman Bunga Rendah, Total Capai Rp1,045 Miliar

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan sinergi dan responsivitas dalam merespons persoalan-persoalan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang solid merupakan kunci utama untuk mempercepat penanganan persoalan banjir.

“Semoga sinergitas kita semua bisa mengatasi masalah banjir di Batam,” kata Li Claudia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update