Senin, 19 Januari 2026

Tidak Ada Penambahan Trip, Penumpang Kapal Roro Terpaksa Menginap di Pelabuhan Telagapunggur

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah penumpang yang kesal karena tidak ada penambahan trip kapal menuju Tanjunguban, sehingga sebagian dari mereka menginap di Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam, Senin (12/5/2025) malam. F.Kiriman Yus untuk Batam Pos

batampos – Seratusan kendaraan menumpuk di Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam pada Senin (12/5/2025) malam karena tidak ada lagi penambahan trip kapal roro menuju Tanjunguban, Bintan.

Akibatnya, sebagian calon penumpang kapal roro terpaksa menginap di pelabuhan penyeberangan tersebut.

Salah satu penumpang kapal roro yang terpaksa menginap di Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Yus mengatakan bahwa awalnya hanya dua kapal roro yang melayani rute penyeberangan dari Telagapunggur, Batam – Tanjunguban, Bintan dan sebaliknya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 1 Tersangka, Warga Baloi Kolam Datangi Mapolresta Barelang

Warga Tanjungpinang ini mengatakan, menjelang sekitar pukul 21.00 WIB, diumumkan bahwa tidak ada lagi kapal roro yang beroperasi, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan dan penumpang di pelabuhan.

Kapal roro menuju Tanjunguban, Bintan baru kembali beroperasi pada Selasa (13/5/2025) pagi. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi penambahan trip kapal roro, hingga Senin (12/5/2025) malam.

Sebagai calon penumpang, Yus merasa kesal serta dirugikan karena sudah membeli dan membayar tiket online, namun harus menunggu keesokan harinya untuk menyeberang ke Tanjunguban.

Ia mengatakan, sebagian penumpang terpaksa harus menginap di pelabuhan, sementara yang lainnya keluar pelabuhan untuk mencari tempat menginap.

Baca Juga: Operasi Cipta Kondisi di Batam: 20 Pengendara Motor Ditilang, Knalpot Brong Disita

Ia juga mengatakan, petugas pelabuhan telah memberikan stiker khusus pada tiket calon penumpang yang tidak jadi berangkat sebagai tanda bahwa mereka terdaftar untuk keberangkatan berikutnya.

Ia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang karena merugikan calon penumpang yang sudah membeli dan membayar tiket secara online. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

Update