
batampos – Kondisi gelap di sepanjang Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, masih jadi keluhan utama masyarakat, terutama pengguna jalan pada malam hari. Sudah sekitar dua bulan terakhir, banyak lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut yang tidak berfungsi.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga karena berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan. Jalanan yang gelap memperburuk situasi, apalagi dengan kondisi jalan yang sudah berlubang dan bergelombang di beberapa titik.
“Kalau malam gelap sekali, apalagi ke arah Pancur, Piayu Laut. Hampir tidak ada lampu yang menyala. Sangat berbahaya, apalagi kalau hujan,” ungkap Linda, seorang pekerja yang rutin melewati jalan tersebut setiap hari.
Linda menyebutkan bahwa kondisi pencahayaan di beberapa titik memang sudah membaik, seperti dari arah Mukakuning ke Pintu I Bidaayu. Namun, arah menuju Piayu Laut masih gelap gulita dan sangat rawan kecelakaan.
Keluhan serupa juga disampaikan Loe, warga lainnya, yang berharap pemerintah segera menuntaskan perbaikan. Ia menilai kondisi ini seolah dibiarkan terlalu lama tanpa ada kepastian penyelesaian secara menyeluruh.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, melalui Kepala Seksi Penanganan PJU, Gatot Marwanto, menjelaskan bahwa pihaknya menyadari adanya gangguan penerangan di kawasan Jalan S. Parman.
Menurut Gatot, ada dua penyebab utama terganggunya penerangan, yakni pencurian kabel dan kondisi jaringan sementara yang mudah rusak. “Memang sebelumnya sudah ada pencurian kabel di wilayah Sei Beduk. Kami tangani dengan jaringan sementara. Tapi kalau hujan, beberapa titik mengalami short dan menyebabkan MCB di panel trip,” jelasnya.
Pihak DBMSDA mengakui bahwa upaya perbaikan sedang dilakukan secara bertahap. Sejumlah titik penerangan disebut sudah kembali normal, namun masih banyak lokasi yang dalam proses perbaikan.
“Kami terus melakukan perbaikan. Ini memang butuh waktu karena beberapa komponen harus diganti dan kami juga upayakan pemasangan ulang kabel yang dicuri,” tambah Gatot.
Warga berharap pemerintah bergerak cepat agar Jalan S. Parman kembali terang sepenuhnya. Selain meningkatkan kenyamanan, penerangan yang memadai juga menjadi salah satu upaya penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



