
batampos – Suasana penuh khidmat dan kegembiraan menyelimuti perayaan Hari Raya Waisak 2569 di Maha Vihara Duta Maitreya, Sungai Panas. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah berkumpul mengikuti rangkaian prosesi keagamaan yang sarat makna spiritual.
“Salah satu prosesi yang paling menarik perhatian dalam perayaan ini adalah ritual pemandian rupang Buddha, yang menjadi simbol penyucian diri,” kata Pengurus Bagian Opersional Lapangan Vihara, Liyas Masri, Selasa (13/5).
Menurutnya ritual ini mengingatkan umat untuk membersihkan pikiran, ucapan, dan perbuatan. Dengan memandikan rupang Buddha.
“Artinya kita juga mengingat untuk membersihkan diri di hari yang suci ini. Setiap manusia memiliki benih Buddha di dalam dirinya. Maka hidup harus dijalani dengan kesadaran, cinta kasih, dan kebersihan batin,” ujar Liyas.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan prosesi persembahan lilin berbentuk bunga teratai yang melambangkan cahaya dan pencerahan dalam hidup.
Ritual ini mengajak umat menjadi penerang bagi sesama, seperti lilin yang menyinari kegelapan.
“Setiap orang bisa menjadi cahaya bagi orang lain. Jangan justru menjadi kegelapan bagi sesama,” tambahnya.
Hari Raya Waisak merupakan momen penting dalam ajaran Buddha. Liyas menyebut ajaran Buddha berakar pada nilai cinta kasih universal dan penghormatan terhadap semua makhluk hidup.
“Prinsip utama dalam ajaran Buddha adalah cinta kasih dan kesadaran bahwa setiap makhluk punya potensi kebaikan. Maka kita diajarkan untuk saling menghormati dan memandang sesama sebagai saudara,” jelasnya.
Perayaan di Maha Vihara Duta Maitreya ini bersifat inklusif dan terbuka bagi semua mazhab dalam ajaran Buddha. Bahkan, jemaat dari luar negeri seperti Singapura juga kerap ikut hadir meski tidak tercatat secara resmi.
“Kalau dilihat dari jumlah yang hadir, dari pagi sampai malam bisa mencapai 10 ribu orang,” kata Liyas.
Menambah kemeriahan, perayaan Waisak juga diramaikan oleh bazar makanan vegetarian yang melibatkan komunitas vihara dan partisipan dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau.
Perayaan Waisak 2569 di Batam ini tak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada ajaran Buddha, tetapi juga momentum mempererat tali persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat multikultural. (*)
Reporter: AZIS MAULANA



