Rabu, 28 Januari 2026

Modus TPPO Semakin Canggih, Butuh Peran Aktif Pengawasan Semua Pihak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto, menjelaskan, sindikat TPPO kini melakukan perekrutan secara profesional dan meyakinkan. Hal ini disampaikannya saat kegiatan bakti sosial Imigrasi Batam yang digelar di Kecamatan Sagulung, Rabu (14/5). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kian mengkhawatirkan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto, menyampaikan bahwa modus operandi TPPO kini telah mengalami pergeseran signifikan, terutama dalam cara merekrut korban. Hal ini disampaikannya saat kegiatan bakti sosial Imigrasi Batam yang digelar di Kecamatan Sagulung, Rabu (14/5).

“Kalau dulu korban TPPO kebanyakan orang-orang yang terdesak kebutuhan dan lemah secara ekonomi, sekarang justru anak-anak muda yang menjadi sasaran. Mereka ini punya kemampuan, pintar IT, bisa bahasa asing, tapi ditipu melalui media sosial,” ujar Ujo.

Ia menjelaskan, sindikat TPPO kini melakukan perekrutan secara profesional dan meyakinkan. Para korban bahkan sempat menjalani tes seolah-olah untuk pekerjaan legal, padahal justru dijebak untuk pekerjaan ilegal yang eksploitatif. “Anak-anak muda ini dipaksa kerja hingga 17 jam sehari, dipukuli, disiksa. Ini tidak bisa kita biarkan,” tegasnya.

Baca Juga: Dibayar Agen Malaysia, Terdakwa TPPO Gunakan Mobil Sewa Jemput PMI

Ujo menyebut TPPO sudah menjadi musuh bersama. Ia menyoroti kasus-kasus tragis yang muncul di media, mulai dari korban yang terpaksa menjual ginjal di Kamboja hingga dijadikan operator skimming untuk judi online. “Ini sudah sangat meresahkan. TPPO bukan hanya kejahatan, tapi sudah jadi bentuk perbudakan modern,” tambahnya.

Menteri Hukum dan HAM, kata Ujo, telah menjadikan pembentukan desa binaan sebagai prioritas dalam pencegahan TPPO. Kepri termasuk yang aktif menjalankan program ini, mengingat tingginya jumlah pendatang yang transit dan menetap di Batam. “Pendatang yang tinggal di rumah keluarga juga perlu diawasi. Bisa saja mereka menjadi korban TPPO tanpa kita sadari,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Imigrasi se-Kepri untuk bertindak tegas terhadap pelaku TPPO. “Kalau ada yang bermain-main dengan TPPO, kita sikat. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk keseriusan kami menyelamatkan generasi muda,” tegas Ujo.

Asisten Pemerintahan Kota Batam, Yusfa Hendri, dalam kesempatan yang sama juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memerangi TPPO. “Pemko Batam siap mendukung penuh. Kami ajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada yang mencurigakan, segera lapor ke Polsek terdekat,” serunya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, mengatakan bahwa Kecamatan Sagulung yang memiliki populasi besar perlu mendapat perhatian khusus dalam pencegahan TPPO. “Langkah dini harus dilakukan. Jika ada orang asing yang meresahkan, laporkan ke kami atau ke aparat kepolisian,” ujarnya. (*)

Reporter: Eusebiua Sara

Update