Kamis, 29 Januari 2026

Disdik Kepri Siapkan 17.500 Kursi untuk SMA, SMK, dan SLB di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Orangtua dan calon peserta didik saat mendaftar di hari terakhir pelaksanaan PPDB SMK di SMKN 1 Batam, Kamis (13/6). Dinas Pendidikan Kepri Siapkan 17.500 Kursi untuk SMA, SMK, dan SLB di Batam Tahun Ajaran 2025/2026 Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau merilis rencana daya tampung peserta didik baru untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kota Batam. Rencana ini didasarkan pada petunjuk teknis (juknis) yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Kepri Nomor 891/KPTS-4/III/2025 tentang sistem penerimaan murid baru.

Juknis tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, dan menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) untuk sekolah negeri di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menegaskan bahwa pelaksanaan PPDB tahun ini juga merujuk pada Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023, yang mengatur standar pengelolaan pendidikan, termasuk batas daya tampung dan sistem seleksi di setiap sekolah negeri.

Dalam aturan tersebut, jelas ditetapkan bahwa jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMA adalah 36 siswa. Hal ini menjadi acuan utama dalam penetapan daya tampung sekolah, termasuk dalam penyusunan data dapodik.

“Kemarin kami sudah rakor dan menerima usulan kuota dari masing-masing sekolah. Misalnya SMAN 8 Batam mengusulkan 15 rombel dengan masing-masing rombel 48 siswa. Ini jelas bertentangan dengan Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 karena kuotanya maksimal hanya 36 siswa per rombel,” jelas Kasdianto.

Menurutnya, meskipun juknis dari pemerintah provinsi sudah keluar, pihak Dinas Pendidikan tetap menyampaikan usulan dari sekolah ke pusat untuk dipertimbangkan kembali dalam penyesuaian dapodik, khususnya untuk kondisi Batam yang permintaan sekolah negerinya sangat tinggi.

“Kami kuatir akan muncul polemik, karena memang banyak peminat untuk masuk ke SMA dan SMK negeri di Batam ini. Jadi usulan sekolah tetap kita sampaikan, semoga pusat bisa mempertimbangkan kondisi khusus di Batam,” tambahnya.

Dalam juknis yang sudah ada untuk jenjang SMA Negeri, Batam menyediakan total 9.636 kursi bagi siswa baru. Terdapat 29 SMA Negeri yang tersebar di kota ini, dengan SMAN 1, 3, 4, 5, dan 25 memiliki daya tampung tertinggi masing-masing 528 siswa.

Namun, tidak semua SMA memiliki kapasitas besar. SMAN 6 dan SMAN 7, misalnya, hanya dapat menerima 36 siswa baru karena keterbatasan jumlah rombongan belajar yang tersedia di sekolah tersebut.

Sementara untuk jenjang SMK Negeri, terdapat 11 sekolah yang siap menerima total 7.810 siswa baru. SMKN 5 Batam menjadi sekolah dengan daya tampung tertinggi, mencapai 1.440 kursi, tersebar di berbagai jurusan seperti Teknik Pengelasan Kapal, DKV, dan Produksi Grafika.

Jurusan yang ditawarkan di SMK sangat beragam, mulai dari Teknik Mesin, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Logistik, Farmasi, hingga Manajemen Perkantoran. Seluruh proses penerimaan di SMK dilaksanakan secara daring.

Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, Kota Batam menyediakan daya tampung sebanyak 126 siswa. Kuota ini terbagi atas jenjang SDLB (30 siswa), SMPLB (48 siswa), dan SMALB (48 siswa), dengan metode penerimaan dilakukan secara luring.

SLB di Batam memberikan layanan khusus bagi siswa dengan kebutuhan seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autis. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.

Jadwal pelaksanaan SPMB untuk SMA, SMK, dan SLB dimulai dengan pendaftaran pada 11 hingga 14 Juni 2025. Verifikasi dan validasi dokumen dilakukan 16 hingga 25 Juni, pengumuman 28 Juni, dan daftar ulang 30 Juni sampai 2 Juli. Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) akan dilaksanakan 21 sampai 25 Juli 2025.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mengimbau orang tua dan siswa untuk selalu memantau informasi resmi terkait pendaftaran agar tidak tertinggal tahapan seleksi. Semua proses dipastikan transparan dan berkeadilan.

Dengan total daya tampung lebih dari 17.500 kursi, Batam menunjukkan kesiapan dalam menjawab kebutuhan pendidikan menengah secara merata, adil, dan inklusif di tengah tingginya animo masyarakat terhadap sekolah negeri. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update