
batampos – Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim memastikan kesiapan mendukung kelancaran operasional penerbangan haji tahun 2025. Tak hanya itu, pihak AFT juga memastikan kualitas Avtur sebagai bahan bakar maskapai tetap terjaga.
Manajer AFT Hang Nadim Group, Catur Budi Santoso, mengatakan pelayanan pengisian bahan bakar untuk pesawat haji dilakukan selama 24 jam penuh sepanjang musim haji.
“Seluruh tim kami siap siaga 24 jam. Biasanya operasional kami tutup pukul 21.00, tetapi khusus musim haji ini kami buka penuh sepanjang hari. Kami pastikan kualitas dan kuantitas bahan bakar avtur tetap terjaga,” kata Catur, Senin (19/5).
Menurut dia, pada musim haji tahun ini, jumlah penerbangan yang dilayani AFT Hang Nadim tercatat sebanyak 27 flight, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 28 flight. Meskipun jumlah kloter berkurang, peningkatan permintaan harian avtur tetap terjadi sebanyak 49 persen dibanding hari biasa.
“Rata-rata konsumsi harian selama musim haji meningkat menjadi sekitar 270 kiloliter per hari, dibandingkan kondisi normal yang hanya sekitar 170 kiloliter. Namun, konsumsi avtur untuk haji menurun karena jumlah kloter lebih sedikit,” tegas Catur.
Terkait penerbangan feeder, Catur menjelaskan bahwa tetap menggunakan pesawat carter dengan jenis bahan bakar avtur yang sama. Seluruh penerbangan feeder dari kota-kota seperti Pontianak, Riau, Jambi, dan Pasir Pengaraian melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Hang Nadim.
“Produk yang kami suplai tetap sama, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Semua dijaga melalui proses quality control yang ketat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Catur menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk koordinasi dengan maskapai dan pihak Bandara Internasional Batam (BIB). Hal ini penting karena jadwal kedatangan pesawat feeder sering berubah-ubah.
“Kami siagakan tim untuk berkoordinasi 24 jam dengan maskapai. Informasi kedatangan pesawat selalu kami pantau agar tidak ada hambatan dalam suplai avtur,” katanya.
Saat ini AFT Hang Nadim memiliki empat tangki penyimpanan dengan kapasitas total 3.500 kiloliter. Menurut Catur, kapasitas tersebut masih mencukupi untuk melayani operasional penerbangan haji hingga 40 hari.
“Untuk kapasitas yang kami miliki selama 40 hari,” katanya.
Dalam hal pendistribusian, avtur diterima dari IT Kabil melalui sistem pipa sepanjang 8 kilometer. Prosesnya mencakup penyaringan dan pengujian mutu sebelum masuk ke tangki penyimpanan, kemudian dilakukan proses “settling” sebelum avtur dapat didistribusikan ke pesawat. Avtur yang keluar dari tangki pun kembali melalui proses filterisasi.
“Yang pasti, untuk penyalurannya sudah melalui quality control, ada 4 kali filter sebelum benar-benar disalurkan ke maskapai,” jelasnua.
Sementara itu, perihal harga avtur, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut, Susanto Satria, menegaskan bahwa penetapan harga bukan kewenangan operasional di lapangan.
“Harga avtur ditentukan oleh tim pusat. Kami hanya menerima informasi dan melaksanakan operasional sesuai ketentuan,” ujar Susanto. (*)
Reporter: Yashinta



