
batampos – Penangkapan kapal MT. Sea Dragon Tarawa oleh tim gabungan BNN, Bea Cukai (BC), dan TNI AL di perairan utara Tanjung Balai Karimun, Rabu (21/5), menuai respons positif dari masyarakat.
Terutama warga Tanjunguncang, Batam, yang disebut sebagai lokasi bersandarnya kapal serta barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Warga mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat gabungan dalam mencegah peredaran narkoba.
Dari informasi yang beredar, Kapten kapal dan lima anak buah kapal, terdiri dari dua warga negara asing asal Thailand dan empat warga Indonesia, turut diamankan. Barang bukti sementara berupa 40 dus narkoba diduga jenis sabu, masing-masing berisi sekitar 30 bungkus atau diperkirakan mencapai 1,2 ton sabu, ditemukan disembunyikan dalam salah satu coolent tank kapal. Meski belum dilakukan penimbangan resmi, ini diduga bagian dari penangkapan narkoba terbesar.
Baca Juga: Lagi, Jejak Sabu Ditemukan di Kepri
Masyarakat menyambut baik tindakan aparat, namun berharap pemberantasan narkoba tidak berhenti sampai di pengedar dan penyelundup, tetapi menyasar hingga ke akar permasalahan. “Kalau sudah masuk hitungan ton seperti ini, anak dan generasi muda jadi taruhan,” ujar Ilham, seorang warga Tanjunguncang. Ia berharap aparat lebih aktif menyisir jaringan pemasok dan pemakai.
Senada, Rudi, warga Batam lainnya, mendesak agar pengawasan dan patroli laut di wilayah Kepri lebih dimaksimalkan. Ia menilai kawasan perairan Batam dan Karimun rawan dimanfaatkan jaringan internasional sebagai jalur masuk narkoba karena letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau, Hanny Hidayat, membenarkan adanya pengungkapan tersebut dan menyatakan bahwa ini merupakan hasil investigasi bersama BNN, BC, dan TNI AL. “Jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses penghitungan dan berada dalam garis polisi,” ujarnya di Batam.
Pantauan di lapangan menyebutkan hingga siang kemarin, proses penggeledahan dan penghitungan barang bukti masih berlangsung di Dermaga Bea Cukai Tanjunguncang, tempat MT. Sea Dragon kini bersandar. Kawasan tersebut dijaga ketat dan tertutup untuk masyarakat serta media.
Menurut sumber internal, pengungkapan ini bermula dari hasil pengintaian dan kerja sama intelijen yang telah dilakukan selama beberapa waktu. Kapal ditangkap di wilayah perairan yang masuk zona perbatasan Malaysia dan Indonesia, tepatnya di sebelah selatan Tanjung Piai, Malaysia.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa aparat tak memberi ruang bagi peredaran narkoba lintas negara. Dalam beberapa bulan terakhir, Kepulauan Riau memang menjadi sorotan karena sering menjadi lokasi transit penyelundupan narkotika dari luar negeri.
Warga berharap momentum ini dijadikan awal yang konsisten untuk memberantas narkoba secara menyeluruh. “Tolong jangan hanya tangkap kapal dan ABK-nya, telusuri siapa pemesan dan jaringannya di darat,” kata Syahrul, warga lainnya yang mengikuti perkembangan kasus ini dari luar kawasan pelabuhan.
Dengan apresiasi luas dari masyarakat, aksi gabungan penangkapan MT. Sea Dragon menjadi contoh nyata bahwa kerja sama lintas lembaga sangat penting dalam menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkoba. (*)
Reporter: Eusebius Sara



