Kamis, 29 Januari 2026

Kawasan Soutlink Jadi Titik Blind Spot Lalu Lintas di Batam, Polda Kepri Minta Penanganan Serius

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama (kiri).

batampos – Kawasan Soutlink, yang terletak di sepanjang Jalan Sei Ladi hingga Sei Harapan, Kecamatan Sekupang Kota Batam, ditetapkan sebagai satu-satunya blind spot (titik buta) lalu lintas di Provinsi Kepri. Lokasi ini menjadi perhatian khusus Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri karena kerap menjadi titik rawan kecelakaan.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama menyebutkan, keberadaan titik buta di kawasan tersebut dipicu oleh kontur jalan yang menanjak dan menikung, padatnya volume kendaraan, serta minimnya fasilitas pendukung keselamatan seperti rambu dan penerangan jalan.

“Penilaian terhadap titik rawan kecelakaan kami lakukan setiap enam bulan. Saat ini, titik blind spotyang termonitor hanya ada satu di Kepri, yaitu di kawasan Soutlink,” ujar Kombes Andhika, Rabu (21/5).

Ia menyebutkan, meski jumlah titik buta berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sempat mencapai tiga titik, kawasan Soutlink tetap menjadi prioritas penanganan karena tingginya angka kecelakaan yang terjadi di sana.

“Dulunya ada 3, namun saat ini di Kepri hanya satu. Penilaian dari banyaknya kecelakaan dan lainnya per enam bulan,” jelasnya.

Sebagai bentuk penanganan, Ditlantas Polda Kepri telah melakukan asistensi langsung di jalur tersebut. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain penambahan rambu lalu lintas, pemasangan marka jalan, hingga rekayasa arus untuk menekan risiko kecelakaan.

“Kami lakukan asistensi langsung di jalur tersebut. Sudah dilakukan penambahan rambu lalu lintas dan rekayasa jalan di titik-titik kritis,” ujarnya.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, AKBP Gathut Bowo Supriyono menambahkan, koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan agar upaya perbaikan bisa segera direalisasikan.

“Kami sudah sampaikan temuan di lapangan. Penambahan rambu, penerangan di jalan yang sudah dilebarkan,” jelas Gathut.

Ia juga tak menapik Batam masih minim rambu lalu lintas statis dan penerangan jalan umum, padahal mobilitas kendaraan di wilayah ini terus meningkat. Apalagi di jalan-jalan yang telah lebar atau baru saja selesai pembangunan.

“Penerangan di jalur-jalur rawan sangat minim, terutama malam hari. Ini harus segera direspons, terutama di jalan yang lebar,” ujarnya.

Polda Kepri pun meminta perhatian dari seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengatasi titik buta di kawasan Soutlink, demi menekan angka kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di Kepri. (*)

Reporter: Yashinta

Update