Kamis, 29 Januari 2026

Hingga Mei 2025, Kasus DBD di Batam Tembus 219, Dinkes Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi.

batampos – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus menunjukkan tren kenaikan. Hingga 21 Mei 2025, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sebanyak 219 kasus DBD terjadi di wilayah ini. Angka kasus DBD ini meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi menyebutkan, lonjakan kasus DBD tahun ini menjadi perhatian serius.

“Kalau kita bandingkan, sepanjang tahun 2024 lalu total kasus hanya 137. Sementara tahun ini, hingga Mei 2025 itu ada sebanyak 219 kasus,” ujarnya, Jumat (23/5).

Data Dinkes menunjukkan, lonjakan signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2025. Pada Januari tercatat 75 kasus, sementara Februari ada 51 kasus, Maret 33 kasus, 32 kasus April dan hingga 21 Mei ada sebanyak 28 kasus. Bila tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin angka tahun ini akan melampaui tahun 2024 yang mencatat 871 kasus.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran DBD,” tambah dr. Didi.

Dari sisi Incidence Rate (IR), Kota Batam mencatat IR sebesar 16,32 per 100.000 penduduk hingga Mei 2025. Angka ini lebih tinggi dari target nasional IR di bawah 10 per 100.000 penduduk per tahun.

Meski terjadi peningkatan kasus, angka kematian akibat DBD di tahun 2025 masih relatif rendah, yakni belum ada kasus kematian akibat DBD.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan telah mengaktifkan kembali program fogging fokus di daerah-daerah endemis dan mengintensifkan sosialisasi gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan mencegah gigitan nyamuk).

“Kami juga mengajak masyarakat melapor ke puskesmas terdekat bila menemukan gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan bintik merah pada kulit. Penanganan dini sangat penting untuk menghindari komplikasi berat,” pungkas dr. Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update