Jumat, 16 Januari 2026

Jaga Iklim Investasi, BP Batam Bergerak Hadapi Lonjakan Harga LNG

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy mendampingi Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis saat mengunjungi Panbil Industrial Estate dan Kawasan Industri Terpadu Kabil. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – BP Batam menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi dan mendukung keberlanjutan industri di Kota Batam. Hal ini menyusul keluhan para pelaku usaha terkait lonjakan harga gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) yang dinilai dapat mengancam daya saing industri.

Kenaikan harga LNG yang kini menyentuh lebih dari USD 16 per MMBTU menjadi sorotan serius dalam kunjungan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, ke sejumlah kawasan industri di Batam beberapa waktu lalu.

Pelaku industri menyampaikan bahwa lonjakan harga LNG tersebut menambah beban biaya energi pabrik, dan apabila tidak segera diatasi, dapat mengganggu keberlangsungan operasional sektor manufaktur di Batam.

Menanggapi hal ini, BP Batam menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga daya saing dan stabilitas industri. “Kami melihat ini sebagai persoalan serius yang menyentuh langsung terhadap keberlanjutan industri nasional,” katanya, Sabtu (31/5/).

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Diproyeksikan Jadi Penggerak Wisata Daerah

Ia menyebut, BP Batam tidak akan tinggal diam dan tengah menyusun upaya terukur dan inklusif untuk mencari solusi terhadap permasalahan harga LNG di wilayah Batam.

Salah satu langkah awal yang akan dilakukan BP Batam adalah membangun komunikasi intensif dengan asosiasi industri seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Selain itu, BP Batam juga akan membuka jalur diskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perindustrian untuk mendorong pemberlakuan kebijakan harga gas khusus bagi Kota Batam.

Tak hanya itu, BP Batam juga akan memfasilitasi negosiasi langsung antara pelaku industri dengan penyedia energi seperti PGN dan PLN. Fokusnya adalah mendorong pemberian relaksasi atau subsidi harga LNG khususnya bagi sektor padat karya dan ekspor.

Langkah konkret lainnya adalah mendorong percepatan pembangunan terminal mini regasifikasi LNG sebagai infrastruktur pendukung energi. BP Batam juga akan membuka peluang investasi untuk pembangunan jaringan pipa gas dari Natuna ke Batam.

“Kami ingin Batam tidak hanya menjadi kawasan industri unggulan, tapi juga bagian penting dari peta besar ketahanan energi nasional,” ujar Fary.

Baca Juga: Pemko Batam Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Lokasi, Mulai Hari Ini

Menurutnya, dalam jangka panjang, BP Batam memiliki visi mengembangkan Batam sebagai kawasan industri hijau berbasis energi terbarukan demi mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

Dia menegaskan bahwa Batam merupakan simpul strategis dalam sistem industri nasional. Oleh karena itu, segala hambatan yang mengganggu kelangsungan industri di Batam harus segera diselesaikan. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update