Senin, 26 Januari 2026

Bantu Ekonomi Warga, Pasar Murah Batam Disambut Antusias

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga memanfaatkan pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemko Batam.
f. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Ratusan warga tampak memadati lokasi pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), di area publik Villa Pesona Asri, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Senin (2/6). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H sekaligus sebagai upaya pemerintah menekan laju inflasi di wilayah Batam.

Sejak pukul 08.00 pagi, masyarakat dengan antusias mendatangi lokasi untuk membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar umum. Beberapa komoditas yang paling dicari meliputi cabai, aneka sayur, buah, telur ayam, daging sapi, serta bawang putih dan merah.

Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan tergolong bersahabat. Contohnya, beras kualitas premium dijual Rp13.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, telur ayam Rp47.000/papan, daging sapi Rp76.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, dan cabai merah Rp33.000/kg. Selain itu, tersedia pula produk lain seperti ikan segar, mi instan, susu, tepung terigu, gas LPG, dan makanan ringan.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga harga tetap stabil dan membantu masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Operasi pasar ini akan digelar selama tiga hari, dari 2 hingga 4 Juni, di enam lokasi berbeda di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Selain di Villa Pesona Asri, kegiatan hari pertama juga dilaksanakan di halaman Kantor Camat Bengkong. Selanjutnya, Selasa akan berlangsung di Sekupang dan Lubuk Baja, kemudian Rabu di Batuaji dan Sagulung.

“Keenam titik ini dipilih karena kami melihat harga kebutuhan pokok di kawasan tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah lain,” kata Gustian menegaskan.

Endang, salah seorang pengunjung pasar murah, menyebutkan bahwa harga barang jauh lebih terjangkau dibandingkan yang dijual di toko modern, terutama untuk telur, minyak, dan daging.

“Selisih dua ribu untuk minyak saja sudah terasa buat kami ibu-ibu,” tuturnya sambil berharap kegiatan serupa bisa diadakan lebih sering.

Ia juga mengusulkan agar jumlah barang yang disediakan diperbanyak karena banyak lapak kehabisan stok dalam waktu singkat akibat antusiasme warga. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update