Kamis, 29 Januari 2026

Peresmian Nirup Westin, Nilai Investasi Rp 900 Miliar, Mimpi dari Pulau Kecil yang Kini jadi Ikon Wisata Dunia

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Pulau Nirup merupakan daratan di tengah laut seluas 20 hektare. Dulunya, pulau ini tak berpenghuni. Hanya tumbuhan hijau khas tropis liar, yang bertemankan ombak dan angin. Namun kini, pulau kecil di Sekanakraya ini berdiri megah menjadi destinasi wisata berkelas dunia.

***

Owner Pulau Nirup, Hartono dan istri. F Chahaya Simanjuntak/batampos

BANGUNAN megah menjulang. Dinding atap bertuliskan Westin. Dengan lambaian puluhan pohon kelapa dan tumbuhan hijau khas kepulauan menjadi wajah Pulau Nirup yang diresmikan Selasa (3/6).

Kapal cepat yang kami tumpangi mendekat. Dari atas Marina, Hartono, pengusaha yang mengembangkan pulau Nirup, beserta istrinya, Elfa Susanti menyambut.

Mengenakan kemeja batik bermotif burung berbahan dasar hitam, Hartono menyapa hangat. “Selamat datang di Pulau Nirup. Terima kasih atas pemberitaannya dan dukungannya selama ini dalam mendukung pengembangan tempat ini,” ujarnya.

Pulau Nirup kini menjadi destinasi wisata baru berkelas internasional di Batam. Memiliki satu resort yakni The Westin Nirup Island Resort and Spa. Hotel premium grup dari Marriott Internasional.

BACA JUGA: Pulau Nirup Dibuka, 60 Persen Pekerja Tempatan

Hartono menyebutkan, dipilihnya hotel ini hadir di Nirup, karena namanya yang sudah besar sebagai salah satu hotel dan resort berjaringan terbaik di dunia.

F. nirupisland.com
Pulau Nirup, Belakangpadang yang berjarak 8 mil laut dengan Singapura, dilengkapi berbagai fasilitas mulai hotel mewah, vila air, pusat makanan laut, dan olahraga air.

“Westin itu besar. Jaringannya kuat, terbaik di dunia dengan 200 juta member secara global. Menghadirkannya di Nirup bukanlah hal yang mudah. Tapi akhirnya bisa. Setelah Jakarta dan Bali, kini Westin hadir di Kepri dan di sini, di Pulau Nirup,” ujar Hartono.

The Westin Nirup ini, menjadi simbol transformasi kawasan pesisir yang dulunya terpinggirkan, menjadi destinasi wisata dan harapan ekonomi baru di Kepri.

Bukan tanpa alasan Hartono mengembangkan Pulau Nirup ini. Tak sekadar proyek bisnis, Westin Nirup ini adalah wujud mimpi panjang Hartono.Pria kelahiran Belakangpadang, 67 tahun lalu ini mendadak mengenang masa kecilnya. Masa kecilnya, ia kategorikan sebagai orang susah.

Semasa muda, ia harus berjibaku berjualan beras dan gula untuk bertahan hidup di Batam, 1980-an. “Pada usia 22 tahun, saya mulai membuka pergudangan di kawasan Seraya. Pekerjaan saya di sana itu, prosesnya nggak gampang, tapi saya terus bekerja,” ujarnya.

Pada usia 28 tahun, Hartono menikah dengan istrinya Elfa Susanti. Bersama istrinya ia mulai menjalankan usaha bisnis pergudangan, properti, dan hingga kini sukses mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan di bawah naungan Citra Buana Prakarsa Group yang dia bangun dari nol, termasuk PT Tritunas Sinar Benua, yang membidangi pengembangan Pulau Nirup ini.

Kini, di usia matang dan pengalaman bisnis puluhan tahun, Hartono atau yang dikenal juga dengan Akau ini hadir bukan hanya sebagai pengusaha, tapi juga penggerak perubahan sosial.

“Ini tujuan hidup saya. Memberdayakan warga kampung di sini untuk mendapat pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Sebanyak 70 persen dari sekitar 200 pekerja di Nirup adalah warga tempatan dari berbagai pulau di sekitarnya. Ia tak menuntut keahlian tinggi dari warga, hanya satu syarat. “Yang penting mau belajar,” tegasnya.

“Saya mengembangkan Nirup ini, salah satu tujuan utamanya yaitu mempekerjakan orang kampung (warga tempatan,red) dari berbagai pulau di sekitar sini. Saya terima mereka, dengan bekerja, mereka akan mendapat pengalaman dan paham dunia pariwisata dan perhotelan, yang penting mau belajar. Dengan begitu mereka tidak tertinggal lagi dan bisa memperbaiki taraf hidupnya,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: The Westin Resort & Spa Hadir di Pulau Nirup, Destinasi Wisata Mewah Batam Hanya 20 Menit dari Singapura

“Kalau untuk diri sendiri, saya sudah merasa cukup. Tapi saya tak mau berhenti di sini saja. Sudah saatnya saya membangun kampung,” tambahnya.

Senada dengan Hartono, Jimmi Ho, Komisaris PT Tritunas Sinar Benua juga menyebutkan komitmennya memberdayakan warga lokal tak hanya berhenti di tenaga kerja. Melainkan, kerjasama para pengusaha dan investor untuk membangun pulau-pulau di sekitar Nirup, dengan begitu wisata bahari Kepri semakin berwarna pun menjadi harapannya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirasasi Todotua Pasaribu dan Wako Batam Amsakar Achmad.

Selain itu, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun dilibatkan dalam ekosistem pariwisata di Nirup ini. “Bukan hanya sekedar mengembangkan bisnis, tapi ini menjadi warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Pembukaan Westin Nirup menjadi momentum penting bagi Jimmi, yang menyebutkan ayahnya, Hartono sebagai sosok yang dia hormati dan dianggap sebagai guru.”Ini bukan perjalanan yang mudah. Ini berawal dari mimpi Hartono ingin menjadikan Kepri, melalui Pulau Nirup sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berkelas dunia,” ujarnya.

“Hartono, papa saya, menjadi orang yang pertama melihat potensi Pulau Nirup. Yang hanya awalnya pulau dengan tanaman hijau, ombak dan angin.Di saat orang melihat keterbatasan, beliau melihat kemungkinan. Nirup bukan hanya dibangun dengan baja, tapi juga dengan hati. Dan ini menjadi perwujudan mimpi papa saya,” tambahnya.

Pulau Nirup dikembangkan menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan, inklusif, dengan fokus pengembangan wisata hijau dengan nilai yang cukup fantastis. “Nilai investasinya di angka Rp 900 miliar,” ujar Jimmi.

BACA JUGA: Pelabuhan Pulau Nirup Diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Walikota Batam, Amsakar Achmad menyebutkan, hadirnya Pulau Nirup ini memberi warna bagi iklim pariwisata di Batam.

“Pulau Nirup kini menjadi wajah baru dunia pariwisata Batam di mata dunia. Dengan akses mudah dari Batam dan jarak dekat dari Singapura dan Malaysia, kawasan ini menjadi magnet baru bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah kunjungan wisman pada 2024 lalu sebanyak 1,4 juta orang, sedangkan wisnus sebanyak 3 juta orang ke Batam. Dengan hadirnya Nirup, diharapkan terjadi peningkatan jumlah kunjungan.

“Kontribusi sektor pariwisata sangat signifikan terhadap PAD Batam. Masuk dalam lima besar penyumbang pendapatan kota ini. Hadirnya Nirup, saya berharap bisa membuat iklim investasi dari sektor pariwisata semakin meningkat. Dan saya harap juga, bisa memperpanjang masa tinggal turis dan meningkatkan devisa,” ujarnya.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara yang meresmikan pembukaan Westin Nirup, menyebutkan, Pulau Nirup menjadi etalase negeri di wilayah perbatasan. “Westin Nirup menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan yang memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar dan negara,” ungkapnya.

Dilihat dari sisi transmigrasi, Westin telah mendorong mobilisasi warga dari perkotaan untuk bekerja di kawasan sepi penduduk. “Mempekerjakan orang dari Batam ke Pulau Nirup ini, tinggal di sini, sudah menjadi bagian dari transmigrasi. Membangun pulau kecil bernilai investasi terhadap pendapatan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu menegaskan, investasi seperti Nirup adalah bagian dari strategi nasional dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Bertambah lagi satu investasi hadir di Indonesia. Terima kasih Westin, telah hadir di Kepri. Kepri dan Batam ini punya banyak potensi gugusan pulau. Jimmi dan Hartono, ayah dan anak, adalah orang yang bisa melihat potensi pulau-pulau ini. Nirup masuk dalam target pertumbuhan ekonomi delapan persen,” ungkapnya.

Ia menyoroti, Kepri, khususnya Batam, menyumbang 65 persen realisasi investasi nasional dengan 32 industri manufaktur dan juga industri pariwisata baru di Nirup. “Batam ini kota favorit saya. Nirup ini adalah bukti nyata bagaimana sektor pariwisata menjadi kontributor penting dalam mendorong investasi,” ujar Todotua.

Todotua pun berjanji, pemerintah pusat harus mengubah mindset, dimana investasi harus dilakukan secara berkesinambungan, jangka panjang, dan terukur ke depannya dengan memberi banyak insentif dan kemudahan perizinan bagi para investor yang mau membangun Indonesia, khususnya di Batam dan Kepri.

“Indonesia sudah ketinggalan dari Vietnam dalam capaian pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata. Saya berharap dengan adanya Nirup, bisa mendorong sektor pariwisata Indonesia bisa bertumbuh. Apalagi Kepri ini punya potensi yang sangat besar, memiliki gugusan pulau yang indah dan siap bangun,” ungkapnya.

Westin Nirup menjadi resort mewah kelima yang ada di Indonesia setelah Jawa dan Bali. Hadir dengan 94 kamar dengan suite yang luas, dan juga 52 unit vila pribadi, The Westin Nirup Island Resort and Spa ini, memadukan kenyamanan premium dengan ketenangan alam yang menawarkan konsep fully getawat dari kesibukan kota.

“Saya sangat excited untuk melakukan hal yang lebih di pulau (Nirup,Red) ini. Westin hadir dengan mengembangkan konsep destinasi hijau yang mengusung pilar utama kesejahteraan yakni Sleep Well, Eat Well and Move Well. Kami mendukung seluruh tamu yang stay di sini dalam mencapai keseimbangan tubuh dan pikiran dengan keindahan khas alam kepulauan, untuk bermanfaat bagi Indonesia, Batam, dan komunitas,” ujar Wakil Presiden Marriott International Regional Indonesia dan Malaysia, Ramesh Jackson.

BACA JUGA: Pelabuhan Khusus Pariwisata dan Yach di Pulau Nirup Diresmikan

Pulau Nirup berada di Sekanakraya, hanya 13 kilometer dari Pulau Sentosa, yang dapat diakses 20 menit menggunakan feri dari Harbour Front, Singapura atau 40 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, Batam.

Peresmian Westin Nirup ini ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Walikota Batam Amsakar Achmad. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, perwakilan konsuler Singapura Bynes Liau, mantan Menpan RB yang juga pengusaha Batam Asman Abnur, Asmin Patros, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hassan, Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata, dan sejumlah pejabat, investor, dan tamu undangan lainnya. (*)

Reportr: Chahaya

Update