
batampos – Pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2025 jenjang SMA, SMK, dan SLB ini resmi dibuka mulai hari ini, Rabu (11/6). Guna memastikan kelancaran proses PPDB, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiagakan panitia di setiap sekolah serta mendirikan posko bantuan di setiap kecamatan.
Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran yang sepenuhnya dilakukan secara daring.
“Tiap sekolah sudah membentuk panitia SPMB. Jika ada yang tidak paham soal alur dan sistem online, bisa langsung datang ke sekolah dan bertemu panitia, tentunya dengan membawa berkas lengkap,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri wilayah Batam, Kasdianto, Selasa (10/6).
Selain panitia di sekolah, posko bersama juga disiapkan di titik strategis tiap kecamatan. Untuk wilayah Sekupang dipusatkan di SMKN 4, Batam Kota di SMKN 7, dan Sagulung di SMKN 5. Posko ini bertugas melayani masyarakat yang kesulitan teknis dalam proses pendaftaran dan verifikasi data.
Baca Juga: 6.495 Pengemudi Ojol hingga Penambang Pancung Dapat BPJS Ketenagakerjaan dari Pemko Batam
PPDB jenjang SMA, SMK, dan SLB ini berlangsung hingga 14 Juni 2025. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang diharapkan berjalan lancar tanpa kendala server.
“Semoga semuanya berjalan baik, karena sudah kami siapkan jauh-jauh hari,” tambah Kasdianto.
Harapan besar juga datang dari para orangtua siswa. Banyak yang berharap anak-anak mereka bisa diterima di sekolah negeri karena pertimbangan biaya yang lebih terjangkau dibanding sekolah swasta.
“Anak saya dua sudah sekolah swasta. Yang satu ini harus masuk negeri, biar lebih ringan,” kata Maruli, warga Sagulung.
Sunandar, warga Batuaji, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyiapkan segala dokumen dan berharap tidak ada kendala saat pendaftaran. “Kami sudah siapkan sejak jauh hari. Harapannya tentu agar anak bisa lolos dan sistemnya tidak error,” ucapnya.
Sistem SPMB tahun ini terbagi dalam tiga jalur seleksi utama: prestasi, afirmasi, dan domisili. Jalur prestasi menjadi perhatian utama karena memberi ruang lebih besar bagi siswa dengan pencapaian akademik dan nonakademik, baik di tingkat daerah hingga internasional.
Baca Juga: Sempat Bertani di Kampung Istri, Ipda GT Buron Penipuan Casis Polda Kepri Ditangkap
Penilaian jalur prestasi menggunakan rumus gabungan, yakni 70 persen dari nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 5, dan 30 persen dari prestasi di bidang lomba. Untuk jalur Ketua OSIS dan Pramuka, jika pendaftar melebihi kuota 2,5 persen, maka seleksi akan bergantung pada nilai rapor.
Jalur afirmasi disediakan untuk siswa dari keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, dan anak dari panti asuhan, dengan kuota 15 persen. Sementara jalur domisili sebesar 10 persen ditujukan bagi siswa yang tinggal dekat dengan sekolah pilihan.
Jadwal verifikasi data berlangsung 16–25 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 28 Juni, dan daftar ulang 30 Juni hingga 2 Juli. Peserta yang diterima akan mengikuti kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada 21–25 Juli 2025.
“PPDB di Batam selalu jadi sorotan karena keterbatasan daya tampung. Tahun ini kami berupaya menata lebih baik, dengan koordinasi yang lebih kuat antara sekolah dan posko,” pungkas Kasdianto. (*)
Reporter: Eusebius Sara



