
batampos– Muhammadiyah Kepri bersama Klinik Thomson Fertility Centre dari Malaysia, menggelar kegiatan penyuluhan dan konsultasi rawatan kesuburan, termasuk program bayi tabung atau IVF, bagi pasangan suami istri warga Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Harmoni One Hotel, Batam, Sabtu (21/6), bekerja sama dengan Health Global Synergy Services.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan edukasi dan solusi kepada pasangan usia subur yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Kegiatan diikuti oleh 15 pasangan warga Muhammadiyah yang telah diseleksi sebelumnya.
Ketua PW Muhammadiyah Kepri, Huzaifah Dadang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap problematika kesehatan keluarga anggotanya, khususnya terkait isu infertilitas.
“Hari ini kita punya agenda di bidang kesehatan, khususnya untuk pasangan usia subur yang punya problem memperoleh keturunan. Ini fokusnya ke sana,” katanya.
Menurutnya, banyak pasangan di lingkungan Muhammadiyah Kepri yang telah lama menikah tapi belum juga dikaruniai anak. Program ini ia harap dapat membuka wawasan sekaligus menghadirkan solusi medis yang relevan.
Huzaifah menyebut, peserta memang dibatasi hanya 15 pasangan karena kegiatan ini bersifat intensif dan fokus. Masing-masing pasangan akan mendapat sesi penyuluhan, serta wawancara langsung untuk mengidentifikasi persoalan kesuburan yang dihadapi.
“Dari sisi ilmu kesehatan ini yang akan kita gali di sini. Mungkin nanti ada solusi dari sisi medis mengapa mereka belum juga memiliki keturunan,” ujar dia.
Ia menggarisbawahi bahwa upaya ini tetap disandarkan pada keyakinan akan takdir Ilahi. “Kita tahu bahwa ini karunia Allah. Tapi ini salah satu bentuk ikhtiar kita untuk mencari jalan keluar,” tambahnya.
Kerja sama ini bermula dari inisiatif PW Muhammadiyah Aceh yang lebih dulu menjalin komunikasi dengan pihak Thomson Fertility. Dari situlah kemudian acara serupa dirancang di Batam.
“Ini kali pertama kita gelar acara seperti ini. Baru kali ini kita punya program spesifik soal kesuburan. Dan alhamdulillah kita disambut dengan baik,” kata Huzaifah.
Ia juga berharap, ke depan program ini bisa diperluas ke wilayah-wilayah lain di Kepri, seperti Pulau Bintan dan Karimun. “Tadi saya sudah berbicara dengan pihak Thomson. InsyaAllah ke depan bisa kita kembangkan,” lanjutnya.
Assistant Manager Marketing & Business Development Thomson Fertility, Tuan Haniff, menyampaikan misi utama mereka adalah memberikan edukasi dan kesadaran kepada pasangan tentang solusi medis modern dalam mengatasi infertilitas.
“Kita hadirkan dokter berpengalaman agar peserta dapat memahami program yang kami tawarkan serta teknologi terbaru yang kami miliki,” ujarnya.
Dari lima cabang yang dimiliki Thomson Fertility di Malaysia, lokasi terdekat dengan Batam berada di Johor Bahru. Cabang lainnya tersebar di Kuala Lumpur, Pulau Pinang, dan Ipoh.
“Sebenarnya kami sudah pernah datang ke Batam tahun lalu untuk mengikuti pameran wisata medis. Ini kali kedua kami datang dan kali ini kami membuat program khusus untuk peserta dari Muhammadiyah,” katanya.
Haniff berharap para peserta mendapatkan pengetahuan yang cukup soal perawatan kesuburan, termasuk opsi-opsi teknologi bayi tabung. Edukasi seperti ini, lanjutnya, sangat penting agar pasangan lebih terbuka terhadap pendekatan medis modern.
“Kami ingin semua peserta pulang dengan kesadaran baru, dengan informasi lengkap agar mereka bisa membuat keputusan terbaik,” kata dia.
Sementara itu, dr Nurhazinat Mohamed Yunus, pakar kesuburan dari Thomson Fertility, turut hadir sebagai pembicara utama dalam sesi penyuluhan. Ia memaparkan berbagai faktor penyebab masalah kesuburan serta metode terkini yang digunakan untuk meningkatkan peluang kehamilan.
“Kami ingin memperkenalkan pusat rawatan kami dan teknik terkini yang bisa membantu pasangan mendapatkan keturunan,” ujar dia.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana konsultasi awal bagi pasangan yang tertarik untuk melanjutkan program perawatan ke Malaysia. Ia menyebut, kegiatan serupa akan digelar di beberapa tempat lain di Indonesia ke depan.
“Kami ingin memperluas jangkauan layanan ini agar lebih banyak pasangan mendapatkan informasi yang tepat dan akses ke perawatan yang dibutuhkan,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



