Selasa, 27 Januari 2026

Hari Pertama SPMB SMPN 26 Batam, Orang Tua Keluhkan Sulitnya Buat Akun dan Upload Berkas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Orang tua mendatangi sekolah karena kesulitan membuat akun di SPMB SMP. f.eusebius sara

batampos-Hari pertama pembukaan posko informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 26 Batam, Senin (23/6/2025), diwarnai sejumlah keluhan dari para orang tua calon siswa. Banyak dari mereka, khususnya yang lanjut usia, mengaku kesulitan membuat akun pendaftaran secara daring.

“Banyak yang belum paham cara membuat akun secara mandiri, terutama orang tua yang tidak terbiasa menggunakan teknologi. Kami arahkan dan ajarkan satu per satu hingga mereka berhasil,” kata Rifnaldo, Ketua Pelaksana SPMB SMPN 26 Batam, saat ditemui di lokasi.

Tak hanya pembuatan akun, kendala teknis juga muncul saat proses unggah berkas. Banyak orang tua gagal mengunggah dokumen karena ukuran file melebihi batas maksimal 500 KB. Umumnya, dokumen hasil foto dari ponsel belum dikompres, sehingga ditolak oleh sistem.

BACA JUGA: SPMB SMP Jalur Domisili Batam Dibuka Hari Ini, Alamat Harus Sesuai KK

“Sudah beberapa kali saya coba unggah akta dan KK anak, tapi tidak bisa masuk. Ternyata ukuran file terlalu besar,” keluh Leni, salah satu orang tua dari Tanjunguncang. Ia pun terpaksa datang langsung ke sekolah agar dibantu.

Persoalan lain yang muncul adalah dokumen Kartu Keluarga (KK) yang belum berusia satu tahun. Menurut juknis SPMB , dokumen KK harus berusia minimal satu tahun sebagai bukti domisili. Beberapa orang tua yang baru pindah ke Batam pun terhambat oleh aturan ini.

“Kami belum tahu solusi untuk orang tua yang baru pindah dan KK-nya belum satu tahun. Ini jadi kendala tersendiri karena sistem secara otomatis menolak pendaftaran seperti itu,” ujar Rifnaldo. Ia menambahkan, pihak sekolah masih menunggu arahan dan kebijakan resmi dari Dinas Pendidikan terkait kondisi tersebut.

Hingga siang hari, data pendaftaran menunjukkan sudah ada 120 pendaftar dari jalur domisili. Dari jumlah itu, 40 sudah terverifikasi dan 80 sisanya masih dalam proses. “Posko kami buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kami bantu semua warga yang datang, karena tidak semua bisa mengakses pendaftaran daring secara mandiri,” kata Rifnaldo.

Tahun ajaran ini, SMPN 26 Batam membuka delapan rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung 360 siswa. Mayoritas orang tua yang datang ke posko adalah ibu-ibu yang khawatir jika anaknya gagal mendaftar. “Kami tetap koordinasi dengan Dinas dan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Rifnaldo. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update