Selasa, 13 Januari 2026

Tak Ada Siswa Tertinggal, Disdik Kepri Salurkan Murid Baru ke Sekolah yang Masih Kosong

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Proses pendaftaran ulang siswa yang lolos SPMB di SMKN I Batam. F. Eusebius Sara

batampos – Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat merespons persoalan ratusan calon peserta didik baru yang belum tertampung di sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN). Salah satu langkah strategis yang diambil yakni melalui penyebaran Formulir Penyaluran Calon Murid Baru ke satuan pendidikan yang masih memiliki daya tampung.

Formulir ini khusus diperuntukkan bagi siswa yang tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan belum memperoleh tempat belajar. Dalam formulir tersebut, siswa diminta mencantumkan data identitas lengkap serta memilih hingga lima SMKN dengan maksimal tiga jurusan pilihan di masing-masing sekolah.

“Dengan pengisian formulir ini, kami memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal haknya untuk mendapatkan pendidikan menengah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, dalam surat edarannya yang ditujukan kepada kepala cabang dinas dan satuan pendidikan negeri se-Kepri.

Andi menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun lulusan SMP kehilangan hak atas pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung di sekolah negeri.

“Kami berkomitmen untuk menyalurkan semua calon siswa ke sekolah yang masih memiliki kursi kosong. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata,” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua untuk tidak panik serta segera mengisi dan mengembalikan formulir penyaluran sesuai petunjuk. Penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan urutan kebutuhan siswa, ketersediaan jurusan, serta lokasi tempat tinggal calon siswa.

Surat edaran tersebut juga menekankan bahwa daftar sekolah-sekolah negeri yang masih memiliki kuota akan segera diumumkan untuk penempatan siswa dari jalur penyaluran. Proses distribusi siswa akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, demi memastikan keadilan bagi seluruh peserta.

Sejumlah sekolah favorit mengalami lonjakan peminat dan menyebabkan persaingan yang sangat ketat. Sebaliknya, di beberapa SMKN lain, kursi masih tersedia untuk menampung siswa baru. Disdik berharap masyarakat memahami langkah ini sebagai solusi pemerataan dan tidak terfokus pada sekolah-sekolah tertentu saja.

Di sisi lain, pantauan di lapangan menunjukkan banyak orang tua masih mendatangi sekolah-sekolah favorit, berharap anaknya bisa diterima kembali. Salah satunya Amirullah, warga Batuaji, yang menginginkan anaknya tetap masuk di SMKN 1 Batam karena alasan kualitas dan jarak yang dekat dari rumah.

“Biaya di sekolah negeri juga lebih terjangkau,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dikky, warga Sagulung, yang berharap anaknya bisa diterima di SMKN 5 Batam yang dikenal sebagai sekolah kejuruan perkapalan. Lokasi sekolah yang dekat dengan rumahnya di Kavling Seroja menjadi alasan utama.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam, Kasdianto, menyampaikan belum ada kebijakan penambahan kuota.

“Yang ada baru pemerataan siswa sesuai surat edaran Kadisdik,” ujarnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update