Selasa, 27 Januari 2026

Hari Bhayangkara di Kepri: Kapolda Akui Kekurangan, Janji Berbenah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pasukan Sabhara Polda Kepri memberi hormat saat parade defile pada Upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Mapolda Kepri, Selasa (1/7). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Mapolda Kepulauan Riau berlangsung meriah, Selasa (1/7). Ratusan personel Polri, TNI, pelajar, hingga tamu undangan hadir dalam upacara khidmat yang dilanjutkan dengan parade kendaraan taktis, atraksi bela diri, dan pertunjukan tari kolosal.

Di balik kemeriahan itu, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menyampaikan pesan reflektif kepada jajarannya. Ia mengakui masih adanya catatan negatif di tubuh Polda Kepri yang melibatkan oknum anggota, dan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Kami menyadari banyak ketidaksempurnaan. Masih ada kekurangan yang perlu kami benahi, baik secara etik, disiplin, maupun pidana. Untuk itu kami terus melakukan evaluasi internal,” ujar Irjen Asep di hadapan awak media.

Tak hanya itu, jenderal bintang dua ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perilaku sebagian anggotanya yang dinilai belum maksimal dalam memberikan pelayanan dan perlindungan.

“Saya mohon maaf atas segala kekurangan kami yang masih menyakiti masyarakat. Tapi kami tidak tinggal diam. Kami terus berbenah demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Kapolda juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk media massa yang selama ini konsisten menyuarakan kinerja kepolisian secara terbuka kepada publik.

“Berita-berita positif dan ekspos prestasi anggota sangat berarti bagi kami. Itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi atas sinergi Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan di wilayah Kepulauan Riau. Ia menyebut keamanan yang terjaga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah perbatasan ini.

“Kepri ini daerah tujuan investasi. Tahun lalu target investasi kita Rp35 triliun, tapi justru tercapai Rp47 triliun. Itu karena Kepri dinilai aman dan kondusif. Terima kasih untuk Polri dan TNI yang selalu sigap menjaga stabilitas wilayah,” ungkap Ansar.

Ansar juga mendorong agar peringatan Hari Bhayangkara di tahun-tahun mendatang bisa digelar lebih terbuka, di ruang publik, agar masyarakat bisa menyaksikan langsung kekuatan dan kesiapan Polri.

“Kalau digelar di jalan protokol, masyarakat bisa melihat langsung. Itu akan menumbuhkan kepercayaan dan rasa aman, sekaligus mendukung iklim investasi yang sehat di Kepri,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Ansar berharap sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung proyek strategis nasional seperti pembangunan Jembatan Batam–Bintan yang kini memasuki tahap final desain.

“Doakan akhir tahun ini proyek itu sudah bisa dilelang terbuka. Keamanan adalah kunci untuk pembangunan, dan kami ingin Kepri terus maju,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update