Minggu, 25 Januari 2026

Gubernur Ansar Konversi SMA Jadi SMK, Cetak Lulusan Siap Kerja

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, berkomitmen untuk memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kepri guna menjawab kebutuhan tenaga kerja siap pakai di kawasan industri dan pariwisata. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah mengonversi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi SMK mulai tahun ini.

“Antusiasme masyarakat untuk masuk ke SMK luar biasa. Maka beberapa SMA akan kita konversi menjadi SMK. Ini sudah saya sampaikan sejak awal, bahwa daerah investasi seperti kita ini idealnya hanya 20 sampai 30 persen SMA, sisanya SMK,” kata Ansar di Batam, kemarin.

Menurutnya, SMK memiliki keunggulan karena lulusannya telah dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Sedangkan lulusan SMA, umumnya belum siap kerja dan masih membutuhkan pelatihan tambahan, kecuali jika memang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Baca Juga: Minat Masuk SMK Tinggi, Pemprov Kepri Siap Konversi SMA Jadi SMK di Batuaji

“Kami harus mengubah pola pikir masyarakat. Tapi sekarang mereka juga sudah mulai sadar. Anak-anak SMK lebih cepat terserap kerja, apalagi diperkuat dengan program link and match bersama kawasan industri,” jelasnya.

Saat ini, Pemprov Kepri juga tengah menyiapkan pembangunan dua unit sekolah SMK baru di wilayah padat penduduk dan industri, yakni di Bengkong dan Tanjung Uncang. Namun, pembangunan ini masih menunggu kesiapan anggaran tahun depan.

“Kalau anggaran memungkinkan, dua SMK baru akan kami bangun di Bengkong dan Tanjung Uncang. Tapi memang masih kurang. Makanya konversi SMA jadi SMK juga harus jalan,” ujar Ansar.

Saat ditanya jumlah pasti SMA yang akan dikonversi tahun ini, Ansar belum dapat merinci. “Saya akan cek lagi dengan Pak Andi Agung (Kepala Dinas Pendidikan Kepri, red). Yang jelas disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

Selain fokus pada pendidikan vokasi industri, Pemprov Kepri juga mengarahkan SMK pariwisata untuk mempersiapkan lulusan-lulusan yang siap mengisi kebutuhan tenaga kerja hotel dan resort. Pasalnya, pembangunan dan revitalisasi hotel di Kepri terus berkembang, termasuk hotel Movenpick di Bintan yang sedang direvitalisasi menjadi 400 kamar.

“Saya ingin nanti hotel-hotel yang tumbuh ini diisi oleh anak-anak Kepri. Maka saya akan undang semua kepala SMK pariwisata. Kami data lulusan-lulusan mereka, kami bantu akses agar mereka diterima kerja,” tegasnya.

Gubernur juga menyiapkan anggaran besar untuk program pemagangan, khususnya bagi siswa SMA yang tidak melanjutkan kuliah. Program ini akan menempatkan mereka di hotel-hotel selama tiga hingga enam bulan dengan dukungan biaya transportasi dari pemerintah.

“Yang SMA tapi tidak lanjut kuliah, akan kami magangkan. Kami siapkan pelatihan, bantu biaya transport, hotel tinggal memberikan kesempatan mereka belajar,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemprov juga membuka pelatihan khusus untuk anak-anak Rempang, terutama dalam ilmu nautika dasar. Setelah lulus, mereka akan difasilitasi bekerja di kapal-kapal.

“Saya ingin anak-anak punya keterampilan dan langsung kerja. Termasuk anak-anak Rempang, kami latih ilmu nautika, lalu kami tempatkan mereka di kapal-kapal. Kami fasilitasi semua itu,” pungkas Ansar. (*)

Reporter: Yashinta

Update