Sabtu, 17 Januari 2026

Pemko Batam Upayakan Pemerataan Siswa Baru, Posko SPMB Disdik Batam Terus Terima Laporan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan terus melakukan langkah-langkah lanjutan dalam penanganan siswa baru yang belum tertampung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Posko khusus di Gedung Gurindam tetap dibuka hingga Jumat (4/7), untuk menampung calon murid yang belum mendaftar ataupun menyelesaikan proses pendaftaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menyampaikan bahwa jumlah kedatangan ke Posko Gedung Gurindam terpantau tidak terlalu banyak. “Di posko Gedung Gurindam paling seratusan orang, karena memang khusus untuk yang belum mendaftar dan yang bermasalah dengan proses pendaftaran sebelumnya,” ujar Tri, Jumat (4/7).

Sementara itu, lonjakan lebih besar justru terjadi di masing-masing sekolah. Tri menyebut, hingga siang hari ini, tiap sekolah menerima sekitar 50 hingga 100 orang tua atau calon siswa yang datang untuk proses pemetaan dan penempatan. Upaya pemerataan terus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di sekolah-sekolah favorit.

Baca Juga: Calon Siswa yang Tidak Lolos SPMB Masih Punya Kesempatan, Pendaftaran Terakhir Hari Ini

“Contohnya di Seibeduk, kita ratakan ke SDN 16 dan SDN 58. Jadi tidak bisa semua diarahkan ke satu sekolah sesuai keinginan orang tua. Kita tetap akomodir, tapi harus dengan prinsip pemerataan di wilayah yang sama,” jelasnya.

Sebelumnya, Disdik Batam mencatat lebih dari 22 ribu calon murid mendaftar untuk jenjang SD dan SMP negeri. Namun ribuan di antaranya menghadapi masalah administratif seperti KK belum satu tahun, KK tidak sesuai domisili, hingga penggunaan SK mutasi yang kedaluwarsa.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 995 pengaduan telah diterima, terdiri dari 778 calon murid yang sebelumnya sudah mendaftar dan 217 lainnya belum menyelesaikan pendaftaran. Mereka diberikan kesempatan hingga Jumat kemarin untuk menuntaskan proses pendaftaran melalui posko atau sekolah yang masih memiliki kuota.

Tri juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memaksakan penambahan murid di sekolah yang sudah penuh, sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan. “Jika ditambahkan satu murid di luar kuota, maka murid itu tidak akan tercatat di Dapodik dan bisa tidak mendapatkan ijazah,” tegasnya.

Penanganan terhadap calon murid juga dilakukan secara bertahap, dimulai dari jalur afirmasi, kemudian mutasi, dan terakhir domisili. Jika terdapat sisa kuota dari satu jalur, maka akan dialihkan ke jalur lain agar kursi yang tersedia tetap terisi optimal.

Disdik Batam juga mulai memetakan opsi bantuan bagi siswa yang memilih bersekolah di swasta. “Untuk yang memilih sekolah swasta, nanti akan ada bantuan pendidikan. Kita sedang petakan persoalannya, apakah masuk kategori tidak mampu atau mampu, nanti akan dikoordinasikan dengan sekolah-sekolah swasta,” tambah Tri.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh calon siswa mendapatkan akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

Dengan berakhirnya masa pendaftaran tambahan pada Jumat (4/7), seluruh proses SPMB 2025 akan memasuki tahap finalisasi penempatan. Pemerintah mengimbau orang tua untuk tetap kooperatif dan terbuka terhadap pilihan penempatan sekolah sesuai kuota wilayah masing-masing. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update