
batampos – Dinas Pendidikan Kota Batam masih membuka layanan pendaftaran tambahan murid baru di Gedung Gurindam, Senin (7/7), khusus bagi calon siswa SD dan SMP yang belum mendaftar sama sekali. Meski demikian, penempatan hanya bisa dilakukan di sekolah negeri yang masih memiliki kuota tersisa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menegaskan, semua calon murid tetap diakomodir, asalkan bersedia ditempatkan di sekolah yang belum penuh. “Sebenarnya semua bisa kita tampung, tapi harus mau ditempatkan di sekolah yang masih bisa diisi. Tidak bisa memaksakan diri ke sekolah yang sudah penuh,” ujarnya.
Tri mengungkapkan, hingga hari ini masih ada orang tua yang bertahan agar anaknya masuk ke sekolah pilihan awal, meskipun daya tampung sekolah tersebut telah penuh. Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan.
“Kita terus beri pemahaman bahwa setiap sekolah negeri ada batas kuota. Kalau sudah penuh, tidak boleh lagi ada tambahan. Pemerataan penempatan adalah bentuk keadilan untuk semua siswa,” jelasnya.
Baca Juga: Sekolah Swasta Jadi Solusi Pemerataan, Pemko Batam Siapkan Bantuan Pendidikan
Disdik Batam telah mengarahkan calon siswa ke berbagai sekolah yang masih memiliki ruang, sesuai wilayah domisili masing-masing. Contohnya di Sei Beduk, siswa diarahkan ke SDN 16 dan SDN 58 sebagai bagian dari pemerataan sekolah negeri.
“Hari ini kita fokus melayani mereka yang belum mendaftar sama sekali. Tapi sekali lagi, penempatannya tidak bisa pilih sekolah sendiri. Harus ikut aturan dan pemerataan,” tegas Tri.
Dalam upaya mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Tri juga mengimbau kepada orang tua yang mampu secara ekonomi untuk mempertimbangkan menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Hal ini agar peluang lebih terbuka bagi siswa dari keluarga tidak mampu untuk masuk ke sekolah negeri.
“Bagi orang tua yang secara ekonomi mampu, kami sarankan mempertimbangkan sekolah swasta. Ini akan sangat membantu pemerataan dan mengurangi tekanan di sekolah negeri,” katanya.
Pemerintah sendiri tengah menyiapkan skema bantuan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk ke sekolah swasta. Bantuan ini sedang digodok bersama pihak sekolah swasta dan dinas terkait.
“Kita sedang atur skemanya. Bantuan untuk siswa tidak mampu di sekolah swasta sedang dalam proses pemetaan. Kategori mampu dan tidak mampu akan jadi dasar pemberian bantuan,” tambahnya.
Sejak pekan lalu, lebih dari seribu calon murid tercatat belum tertampung di sekolah negeri akibat kendala administrasi dan keterbatasan kuota. Melalui posko di Gedung Gurindam, Disdik Batam terus memfasilitasi pendaftaran tambahan hingga Jumat pekan ini.
Dengan pendekatan pemerataan dan dukungan bantuan pendidikan, Pemko Batam menargetkan seluruh anak usia sekolah di Batam tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala lokasi atau ekonomi. (*)
Reporter: Eusebius Sara



