Rabu, 14 Januari 2026

Polairud Polda Kepri Tangkap Komplotan Perompak Laut

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi. Bendera jolly roger Bajak Laut Topi Jerami berkibar di kapal mereka. Mereka adalah kru perompak utama di One Piece. (One Piece Adventure Fandom – Wiki)

batampos– Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau berhasil menangkap sejumlah pelaku yang diduga merupakan komplotan perompak laut yang kerap beraksi di perairan Kepri. Penangkapan dilakukan dalam sebuah operasi khusus pada Rabu pagi (9/7).

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, Kompol Syaiful Badawi, membenarkan adanya penangkapan terhadap kelompok yang selama ini meresahkan nelayan dan pelaut.

“Sudah kita amankan beberapa pelaku beserta barang bukti berupa kapal speed boat,” ujar Kompol Syaiful Badawi, Rabu pagi.

BACA JUGA: Polairud Dalami Profesi Ketujuh Perompak Tugboat Bermuatan Besi Scrub

Ia mengatakan, saat ini kasus masih dalam tahap pengembangan. Penyidik masih terus mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

Disinggung soal lokasi penangkapan, jumlah pelaku yang ditangkap, serta asal kelompok ini, Kompol Syaiful belum mau membeberkan secara rinci.

“Nanti kita infokan, masih dalam pengembangan,” tambahnya.

Warga sekitar lokasi penangkapan menyaksikan langsung proses tersebut. Robby, seorang penambang pancung di Belakang Padang, mengatakan dirinya melihat petugas membawa beberapa orang dari sebuah boat kecil bermesin tempel.

“Sekitar jam enam pagi tadi, ada tiga atau empat orang dibawa. Boat-nya kelihatannya bukan dari Sekupang atau Belakang Padang. Mereka dibawa ke kapal Polairud. Kapalnya bermesin 15 PK, sepertinya ada dua mesin,” ujar Robby saat ditemui di pelantar.

Ia menambahkan, tangan para pelaku tampak dalam kondisi terikat menggunakan kabel ties saat digiring ke kapal milik Ditpolairud.

“Langsung dibawa petugas. Enggak lama kemudian, kapal berangkat. Yang jelas mereka bukan orang sinilah lah (Belakang Padang atau Sekupang), karena kalau orang sini pasti saya kenal,” tambahnya.

Penambang lain yang juga berada di pelantar menduga kapal yang digunakan para pelaku berasal dari wilayah Bengkong. “Kalau lihat dari bentuk kapalnya, sepertinya itu boat dari arah Bengkong. Bukan boat dari kawasan sini,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami identitas serta jaringan para pelaku. Dugaan sementara, kelompok ini bukan pemain baru dan telah beberapa kali melancarkan aksinya di jalur pelayaran padat, baik terhadap kapal barang maupun kapal nelayan. (*)

Reporter: Rengga

 

Update