Sabtu, 17 Januari 2026

Harga Daging Beku di Batam Tembus Rp120 Ribu per Kilogram, Pedagang Menjerit Stok Langka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Warga antusias membeli daging sapi beku yang dijual pada operasi pasar murah di perumahan Cendana Batamkota, belum lama ini. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kelangkaan daging beku mulai dirasakan pedagang dan konsumen di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam. Kondisi ini menyebabkan harga daging beku melonjak tajam, bahkan menyentuh angka Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan yang cukup drastis dari harga normal sebelumnya di kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.

Pantauan Batam Pos di Pasar Victoria, Sekupang, Minggu (13/7), hampir seluruh kios yang biasa menjual daging sapi beku kini tampak kosong. Hanya segelintir pedagang yang masih memiliki stok, namun itu pun merupakan stok lama yang belum terjual.

“Memang sekarang stoknya susah. Kita jual Rp120 ribu per kilogram. Itu pun dari pagi sudah langsung habis karena stoknya sedikit sekali,” kata Arif, salah satu pedagang daging sapi beku di pasar tersebut.

Menurut Arif, keterbatasan pasokan daging beku terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan tersebut, namun yang pasti, lonjakan harga langsung dirasakan oleh para pedagang dan konsumen.

Hal senada disampaikan Iwan, pedagang lainnya. Ia mengatakan, saat ini banyak pedagang yang memilih untuk tidak menjual daging beku karena stok yang tidak menentu dan harga yang terus naik.

“Sekarang kami jual Rp120 ribu per kilogram, padahal sebelumnya cuma Rp95 ribu. Banyak juga pedagang lain yang sudah nggak jual lagi karena susah dapat barang. Kalaupun ada yang jual di bawah itu, biasanya stok lama, daging es yang sudah beku berhari-hari,” jelasnya.

Iwan juga menyebut, meskipun harga daging melonjak, permintaan dari konsumen tetap ada. Namun banyak pembeli yang akhirnya batal membeli karena terkejut dengan kenaikan harga yang begitu signifikan.

“Banyak yang nanya, tapi pas tahu harganya naik, jadi mundur. Kalau harga normal kan biasanya sekitar Rp90 ribuan per kilogram,” tambahnya.

Di pasar lain, kondisi serupa juga terjadi. Anton, pedagang di Pasar Sungai Harapan Sekupang, mengaku penjualannya menurun drastis akibat kelangkaan dan kenaikan harga daging beku. Biasanya, dalam sehari ia bisa menjual dua karung daging beku, setara dengan sekitar 30 kilogram. Namun kini, untuk menjual 10 kilogram pun terasa sulit.

“Sudah beberapa hari ini susah cari stok. Harga naik, pelanggan pun bingung. Banyak yang nanya kenapa mahal, takut beli jadinya. Kita juga bingung mau jawab apa,” tutur Anton.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas daging beku. Beberapa bahan pangan lainnya pun turut mengalami lonjakan harga. Di Pasar Victoria dan Pasar Sungai Harapan, harga bawang merah saat ini menyentuh angka Rp60 ribu per kilogram. Harga tomat juga ikut naik, meski belum terlalu signifikan. Sementara harga cabai merah masih tergolong stabil, berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Fenomena ini menambah beban masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada bahan-bahan tersebut. Para pedagang berharap agar pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan ini, baik dengan mengintervensi pasokan maupun menstabilkan harga pangan.

“Kalau begini terus, kami bisa rugi. Stok mahal, pelanggan takut beli, barang bisa-bisa busuk,” keluh Anton. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update