
batampos – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan utama Kota Batam yang padat dengan lalu lintas kendaraan proyek. Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah terlindas truk pengangkut material tanah di Jalan Letjend R Suprapto, tepat di depan pintu masuk kawasan Panbil 1, Mukakuning, Seibeduk, Selasa (15/7) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.20 WIB dan langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar. Berdasarkan keterangan warga, korban pria yang mengendarai sepeda motor dari arah Batuaji menuju Batam Center, terlindas bagian belakang kiri truk pengangkut pasir.
“Tadi dia kena bagian belakang truk, kepala korban yang kelindas,” ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Baca Juga: Keributan di Pub Winner Berujung Pengeroyokan, Empat Orang Diamankan
Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit menggunakan kendaraan pick up. Namun menurut warga, korban sudah tidak bernyawa di tempat kejadian. “Tadi langsung dibawa, tapi sepertinya meninggal di lokasi. Kondisinya parah,” tambahnya. Truk pengangkut pasir dan sepeda motor korban langsung diamankan oleh pihak kepolisian.
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo melalui Kanit Gakkum Iptu Victor Hutahaean membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Pihaknya telah membawa barang bukti ke Polresta dan mengamankan pengemudi truk untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk identitas korban masih Mr. X, belum ditemukan kartu identitas di lokasi,” ujarnya.
Kecelakaan ini kembali memunculkan keluhan masyarakat terkait maraknya kendaraan proyek di jalan utama, khususnya di wilayah Mukakuning hingga Batuaji. Masyarakat mengeluhkan kepadatan kendaraan truk pengangkut tanah dan pasir untuk proyek pematangan lahan yang beroperasi bahkan di jam sibuk. Selain membahayakan pengguna jalan lain, truk-truk ini juga meninggalkan ceceran tanah di jalanan.
“Ceceran tanah dari kendaraan proyek cut and fill di Mukakuning makin parah, belum lagi dampaknya ke saluran air dan lingkungan sekitar. Kami minta pemerintah tegas mengawasi,” ujar Simon, seorang warga Batuaji. Selain menyebabkan kecelakaan, warga juga menyebut truk-truk tersebut memperparah kondisi jalan dan berkontribusi pada banjir.
Baca Juga: Pria di Sekupang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi, Diduga Bunuh Diri
Kondisi ini diperparah dengan lemahnya pengawasan terhadap kendaraan proyek. Warga menuntut adanya penertiban waktu operasional serta pengecekan kelayakan kendaraan. “Kalau dibiarkan, akan terus makan korban. Pemerintah dan aparat harus turun tangan,” tegasnya. Warga pengguna jalan berharap jalur utama tidak lagi digunakan sembarangan untuk lintasan kendaraan berat.
Satlantas Polresta Barelang juga menyampaikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur padat dan rawan kecelakaan. “Kami imbau untuk mematuhi aturan, jaga jarak, dan pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan,” ujar Iptu Victor. (*)
Reporter: Eusebius Sara



