
batampos – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Juli 2025, program ini telah menjangkau puluhan ribu siswa dari sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Batam.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 18 unit Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan tersebar di 8 kecamatan. Keberadaan SPPG ini menjadi pusat produksi makanan bergizi yang setiap harinya disalurkan ke sekolah-sekolah sasaran.
“Total sudah ada 72 sekolah negeri dan swasta di bawah Dinas Pendidikan yang mendapatkan layanan MBG, dengan jumlah siswa penerima manfaat mencapai 35.636 orang,” ujar Tri Wahyu Rubianto, Jumat (18/7).
Baca Juga: Kasus HIV di Batam Tembus 321, Usia Produktif Masih Paling Rentan
Selain sekolah di bawah Disdik, program MBG juga telah merambah ke sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam. Tri menyebutkan, saat ini ada 3 sekolah Kemenag yang turut dilayani, dengan jumlah siswa penerima manfaat sebanyak 919 orang.
Tri menegaskan bahwa program MBG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi siswa dan mendukung proses pembelajaran yang sehat dan produktif.
“Tujuan utama program ini adalah memastikan seluruh siswa memperoleh asupan gizi seimbang. Kami di Dinas Pendidikan akan terus memperluas cakupan sekolah dan jumlah siswa yang dilayani, sesuai dengan ketersediaan SPPG dan anggaran yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerataan Siswa di Batam Selesai, Disdik Kepri Imbau Siswa Daftar ke Sekolah yang Masih Punya Kuota
Ia juga mengajak seluruh elemen sekolah, termasuk orang tua, untuk turut mengawal dan memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
“Program ini bukan sekadar makan gratis, tapi ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi muda Batam. Kualitas sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan gizi yang baik sejak dini,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



