
batampos – Harga daging sapi beku di Kota Batam mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh angka Rp 160 ribu per kilogram. Kenaikan ini dikeluhkan masyarakat karena berdampak pada daya beli dan kebutuhan konsumsi rumah tangga sehari-hari.
Kepala Bea Cukai (BC) Batam, Zaky Firmansyah mengatakan saat ini pihaknya memang tengah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh daging beku yang masuk ke Batam.
“Kami mulai meningkatkan pengawasan. Sejauh ini aktivitas normal,” ujarnya, Minggu (20/7).
Zaky mengaku perketatan pengawasan ini sesuai instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama. Bahkan, BC Batam telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan penyelundupan.
“Pak Dirjen BC telah menginstruksikan pembentukan Satgas Ini,” tegasnya.
Zaky menjelaskan satgas pemberantasan penyelundupan ini ditempatkan diseluruh pintu masuk barang dan penumpang. Kemudian di jalur laut yang dinilai rawan.
“Kami menghimbau importir agar memasukan barang sesuai dengan perizinan dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Zaky mengaku hingga akhir tahun ini pihaknya menekankan perbaikan penjaluran, penegakan hukum cukai yang lebih masif, serta meingkatkan kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya.
“Ini juga dilakukan selurub Satker Bea Cukai di seluruh Indonesia. Sehingga gerak dan langkahnya sama,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



