
batampos – Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, tampil memimpin upaya reformasi birokrasi perizinan menyusul penetapan Batam sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).
Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (24/7). Ia ingin sinkronisasi lintas instansi agar Batam mampu bersaing sebagai destinasi investasi unggulan.
Status KSN menjadikan Batam sebagai simpul tiga kebijakan utama: Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), Proyek Strategis Nasional (PSN), serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini menuntut kecepatan dan kepastian dalam pemrosesan perizinan usaha, yang selama ini kerap tersendat oleh persoalan tumpang tindih kewenangan.
“Perizinan yang kini dilimpahkan ke kita harus segera dikaji. Jika belum ada (aturan teknisnya), bentuk tim khusus. Tim ini harus menelaah jenis perizinan, durasi, dokumen yang dibutuhkan, hingga hambatan-hambatan yang muncul,” kata Li Claudia.
Respons cepat terhadap perubahan regulasi, termasuk implementasi PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, serta dua peraturan terbaru, yakni PP 25 dan PP 28 Tahun 2025 yang memperluas pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah terus dimatangkan pemerintah daerah.
Menurutnya, kebijakan nasional ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Batam. Tanpa sinkronisasi antar instansi, terutama dalam aspek tata ruang, lingkungan hidup, pertanahan, dan pengelolaan lahan, investor akan sulit mendapatkan kepastian hukum yang menjadi syarat mutlak investasi.
Rapat koordinasi ini juga bertujuan memetakan permasalahan aktual yang dihadapi dalam proses perizinan di Batam. Selain itu, ia harap forum tersebut mampu merumuskan rencana tindak lanjut secara kolektif agar sistem perizinan menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah di Batam untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, berdaya saing, dan inklusif. Reformasi perizinan tak hanya penting untuk menarik investasi baru, tetapi juga menjaga kepercayaan investor yang telah lebih dahulu menanamkan modalnya di kota ini.
“Keputusan tidak boleh diambil tanpa dasar kuat. Kajian menyeluruh itu penting. Kita sedang menyusun fondasi pelayanan yang akan menjadi cermin wajah Batam di mata nasional maupun internasional,” ujar Li Claudia. (*)
Reporter: Arjuna



