
batampos – Satu keluarga di kawasan Saguba, Sagulung, mengalami serangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal, Jumat (25/7) malam. Aksi penyerangan terjadi dua kali dalam satu malam, membuat warga sekitar panik dan trauma.
Pelaku diduga berjumlah sekitar 15 orang, bersenjata tajam seperti parang dan kapak, serta melakukan pelemparan ke arah rumah korban.
Azman Efendi, pemilik rumah sekaligus korban, menceritakan kejadian berawal dari persoalan sepele yang menimpa anaknya. Saat anak laki-lakinya pulang membeli nasi goreng, ia diteriaki oleh tiga remaja tak dikenal.
“Anak saya tanya kenapa diteriaki, malah ditantang berkelahi. Tapi dia tak mau ladeni dan memilih pulang,” ujar Azman.
Baca Juga: Sat Lantas Polresta Barelang Datangi Lokasi Rawan, Tindak 35 Motor
Namun, bukannya selesai, ketiga remaja itu justru mengikuti anak Azman sampai ke rumah. Mereka kembali mengeluarkan ancaman lalu pergi. Beberapa saat kemudian, gerombolan besar datang dan langsung menyerang.
“Tiga anak saya diserang di rumah, satu anak perempuan saya yang mencoba melerai malah ditendang. Rumah kami dilempar pakai botol hingga kaca pecah,” tambah Azman.
Keributan itu membuat warga sekitar keluar rumah. Para pelaku sempat kabur saat melihat banyak orang. Namun salah satu dari mereka berhasil ditangkap warga, berikut tiga sepeda motor yang diduga milik pelaku.
“Satu orang itu nyaris diamuk massa. Saya yang cegah. Tapi motor-motornya dirusak warga karena geram,” kata Azman.
Belum sempat situasi reda, gerombolan pelaku kembali datang. Kali ini mereka membawa senjata tajam lagi dan melanjutkan aksi pelemparan serta perusakan terhadap rumah Azman. Kejadian itu membuat keluarga Azman ketakutan dan merasa tidak aman tinggal di rumah sendiri.
Baca Juga: Wujudkan Pelayanan Inklusif, Disdukcapil Batam Turun Langsung ke Rumah Warga
Akibat kejadian tersebut, Azman langsung melapor ke Polsek setempat. Ia berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami trauma dan khawatir akan keselamatan keluarga,” ujarnya.
Kejadian ini menyita perhatian warga Saguba karena dinilai sangat membahayakan. Penyerangan secara brutal di lingkungan permukiman dianggap mencoreng rasa aman dan ketertiban yang selama ini terjaga. Masyarakat berharap tindakan tegas dan cepat dilakukan aparat penegak hukum.
Warga pun membenarkan adanya kejadian tersebut dan berharap aparat bergerak cepat. “Sudah sangat meresahkan. Penyerangan seperti ini tak boleh dibiarkan. Ini bukan hanya masalah keluarga, tapi juga ketertiban lingkungan,” kata Agus, salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki laporan dan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



