Minggu, 25 Januari 2026

Kabel Semrawut di Permukiman Batuaji dan Sagulung Ancam Keselamatan Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi kabel semrawut. Dokumen Batam Pos

batampos — Instalasi kabel Wi-Fi dan telekomunikasi lainnya di kawasan permukiman Batuaji dan Sagulung semakin tak terkendali. Kabel yang menjuntai dan tidak tertata rapi ini tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara dan pejalan kaki, terutama saat malam hari.

Kondisi kabel semrawut ini berasal dari berbagai penyedia layanan seperti jaringan internet, telekomunikasi, hingga siaran televisi. Di beberapa titik, kabel tampak menggantung sangat rendah, bahkan hampir menyentuh tanah. “Jika tidak segera ditertibkan, bisa jadi jeratan maut,” keluh Yunita warga di Batuaji.

Persimpangan di kawasan Marina dan Jupiter menjadi salah satu titik rawan. Kabel-kabel di lokasi ini sering turun hingga sejajar palang jalan. “Untung ini di simpang, kendaraan melambat. Kalau di jalan lurus dan laju, bisa membahayakan,” ungkap Suherman, warga setempat.

Kondisi tersebut kian memburuk saat hujan deras dan angin kencang datang. Kabel-kabel yang kendur mudah terlepas dan jatuh ke jalan. Ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan anak-anak yang sering bermain di sekitar area.

Di lingkungan permukiman, kabel jaringan dipasang asal-asalan, bahkan melintang di depan rumah dan menggantung di pepohonan. Selain menimbulkan kesan kumuh, situasi ini juga mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak yang bermain di halaman rumah.

Warga mengeluhkan lambannya respons dari penyedia layanan. Kabel putus atau kendur sering dibiarkan berhari-hari tanpa perbaikan. “Seolah-olah tidak ada tanggung jawab. Ini kan bisa membahayakan,” ujar Imron salah satu warga yang kesal atas kondisi itu.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak penyedia jasa segera berbenah. Penataan ulang dan penertiban kabel harus segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Infrastruktur digital yang buruk juga mencoreng wajah kota.

Tokoh masyarakat Batuaji, Sumarno, menyarankan solusi jangka panjang seperti penanaman kabel bawah tanah atau penggunaan tiang khusus. “Keberadaan internet memang penting, tapi jangan sampai jadi ancaman. Perlu koordinasi agar lingkungan kita lebih aman dan tertata,” tegasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Update