Minggu, 25 Januari 2026

Penjualan Bendera Masih Sepi di Sekupang, Pedagang Harap Ramai Jelang Awal Agustus

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang.

batampos – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang, Batam, masih mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal perayaan kemerdekaan tinggal dua pekan lagi.

Pantauan Batam Pos, Rabu (31/7), sejumlah pedagang mulai tampak membuka lapak di pinggir jalan utama, seperti di depan Pasar Tiban Centre, kawasan Tiban Indah, hingga Jalan Gajah Mada. Bendera berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga background kain merah putih tampak dijajakan. Namun, pembeli yang datang belum signifikan.

“Saya sudah buka sejak seminggu lalu, tapi masih sepi. Baru laku beberapa bendera kecil dan satu set background saja,” ujar Heri, pedagang bendera yang setiap tahun berjualan di Jalan Gajah Mada.

Menurutnya, situasi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, hingga instansi yang datang membeli. Tahun ini, lonjakan itu belum terlihat.

“Kita sudah siapkan stok banyak, tapi belum banyak yang lirik. Mungkin orang-orang masih nunggu awal Agustus,” ucapnya.

Heri menjual bendera mulai dari ukuran kecil seharga Rp10 ribu hingga bendera besar dan background kain merah putih seharga Rp150 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk kantor dan sekolah, namun pemesanan masih sangat minim.

Hal serupa juga disampaikan Umi, pedagang lainnya di kawasan Tiban Indah. Ia memperkirakan daya beli masyarakat masih rendah karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Tahun lalu akhir Juli ini orang sudah belanja ramai-ramai. Sekarang paling cuma satu dua orang yang mampir. Itu pun beli bendera kecil buat di motor atau rumah,” kata Umi.

Ia berharap, memasuki awal Agustus nanti penjualan bisa meningkat, apalagi Presiden Republik Indonesia sudah menghimbau untuk pemasangan bendera dan dekorasi kemerdekaan.

Namun kenyataannya, imbauan tersebut belum berdampak signifikan terhadap peningkatan pembelian pernak-pernik kemerdekaan di lapangan. Sebagian warga masih terlihat menunda membeli bendera, sementara sejumlah kantor dan toko belum mulai menghias lingkungan mereka. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update