
“Semoga Tuhan, melindungi kamu. Serta tercapai semua angan dan cita-citamu. Mudah-mudahan diberi umur panjang. Sehat selama-lamanya…”
Lantunan dari lagu legendaris Jamrud itu memecah pagi, pada 1 Agustus ini. Lagu itu jadi simbol kehangatan dan kejutan kecil di tengah rutinitas birokrasi. Tidak ada perayaan megah. Tidak ada panggung mewah. Hanya tawa hangat dan senyum ikhlas yang menyambut ulang tahun ke-57 Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Amsakar datang ke kantor seperti biasa, dengan setelan kemeja putih rapi dan senyum yang menjadi ciri khasnya. Tapi kali ini, langkahnya terhenti saat pintu ruangan terbuka. Ruangan yang biasanya penuh rapat dan dokumen, kini dipenuhi ucapan selamat dan tepuk tangan dari jajaran Forkopimda, para pejabat Pemko Batam, hingga staf ASN.
Amsakar berdiri mematung sejenak, lalu tersenyum lebar. Tangannya terangkat memberi salam, sebelum langkahnya perlahan masuk ke ruangan. Tak ada protokoler berlebihan, tidak ada agenda politik. Hanya sebuah kejutan yang dirancang dalam diam oleh orang-orang yang selama ini bekerja bersamanya membangun Batam.
“Terima kasih atas kejutan dan perhatian dari semuanya. Saya benar-benar bahagia dan terharu. Mohon doanya, semoga di usia ini saya bisa terus memberi manfaat,” kata dia. Sebuah harapan sederhana dari seorang pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyatnya.
“Hidup ibarat layar terkembang, selagi angin belum berpaling, kayuhlah perahu sampai ke seberang”. Ungkapan ini terasa menyatu dengan jalan hidupnya. Ia bukan lahir dari keluarga elite politik. Kariernya menanjak perlahan dari bawah, dari ASN biasa hingga kini duduk sebagai orang nomor satu di Batam. Ulang tahun kali ini bukan sekadar angka, tapi penanda perjalanan panjang yang sarat peluh dan doa.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, ikut menyampaikan ucapan hangat. Ia tampak tersenyum di antara kerumunan, lalu maju ke depan dan berkata,
“Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-57 kepada Bapak Wali Kota. Semoga senantiasa diberi kesehatan dan kebahagiaan,” ucapan yang singkat tapi penuh makna. Di baliknya, tersimpan pesan tentang komitmen kerja bersama yang sudah mereka jalani sejak awal menjabat.
Dari barisan Forkopimda, Wakil Komandan Lantamal IV, Kolonel Laut Ketut Budiantara, ikut menyampaikan penghargaan. Ia menyebut Amsakar sebagai sosok yang selalu membuka ruang kolaborasi lintas institusi.
“Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan semangat dalam membangun Kota Batam yang lebih baik lagi,” katanya, sembari memberikan salam hormat.
Satu per satu pejabat mendekat, menyalami Amsakar, dan menyampaikan doa. Tidak semua menggunakan kata-kata. Sebagian hanya menepuk bahu atau memberi isyarat senyum. Namun semuanya mengandung pesan yang sama: terima kasih atas pengabdian.
Di sela suasana, sebuah kue sederhana dikeluarkan. Lilin kecil menyala di tengah. “Tiup, Pak Wali,” ujar salah satu staf sambil tertawa. Amsakar pun meniup lilin itu pelan, seperti mengamini segala harapan yang dipanjatkan diam-diam oleh mereka yang hadir. Sebuah momen yang sekilas terlihat biasa, tapi sarat simbolik, bahwa kepemimpinan yang baik bukan soal wibawa saja, tapi juga soal kebersamaan.
Salah satu staf muda bercerita, Amsakar sering datang lebih awal dari waktu kerja. Kadang menyapa pegawai cleaning service, kadang duduk di taman kantor sendirian sambil menulis di notes kecilnya.
“Saya belajar banyak dari beliau, termasuk soal kesederhanaan,” kata staf itu. Ucapan itu menguatkan kesan, ulang tahun ini bukan selebrasi, tapi cermin dari kepribadian yang membumi.
Kini Amsakar menapaki tahun ke-57 dalam hidupnya. Banyak yang sudah dicapai, tapi juga masih banyak pekerjaan rumah tersisa. Namun hari ini, dia memilih untuk tidak membicarakan proyek atau target. Ia hanya ingin menikmati momen kecil itu bersama orang-orang yang selama ini berjalan bersamanya.
Dan begitulah hidup seorang pemimpin. Di tengah tugas dan tekanan, ia tetap manusia yang punya rasa, punya ruang untuk dikejutkan dan disentuh oleh kebaikan. Di ulang tahunnya yang ke-57, Amsakar tidak hanya bertambah usia, tapi juga memperkuat simpul kebersamaan di ruang kekuasaan yang sering terasa jauh. Ulang tahun ini bukan titik henti, tapi kayuhan baru dalam layar panjang pengabdiannya. (*)
Reporter: Arjuna



