Jumat, 3 April 2026

Modus Asmara, Banyak Perempuan Batam Jadi Korban

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Arif Mahari. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos -Penipuan bermodus asmara melalui media sosial masih terus memakan korban. Di Batam, banyak perempuan dilaporkan tertipu setelah menjalin hubungan secara daring dengan pelaku yang tak kenal. Kerugiaan korban tak hanya waktu namun juga materi.

Modus pelaku umumnya bermula dari perkenalan melalui media sosial. Setelah menjalin komunikasi intens, pelaku menggiring korban pada hubungan asmara semu. Dalam kondisi emosional yang sudah terikat, korban pun dengan mudah terpengaruh hingga rela mengirimkan uang, barang, bahkan data pribadi kepada pelaku.Beberapa diantaranya masih berusia pelajar.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Arif Mahari mengatakan modus penipuan tersebut cukup banyak di Batam. Bahkan mayoritas korbannya merupakan perempuan.

“Di Batam cukup banyak, sudah ada yang melapor ke Polda, lainnya ada yang ke Polres dan Polsek. Rata-rata perempuan,” ujar Arif,  Jumat (8/8).

Menurut dia, modus pelaku nyaris seragam. Awalnya, pelaku mendekati korban melalui media sosial, lalu melanjutkan komunikasi lewat WhatsApp. Dengan iming-iming hubungan asmara hingga janji pernikahan, pelaku kemudian mengajak korban melakukan video call.

“Pelaku mencari perempuan yang single. Untuk kemudian intens berkomunikasi. Biasanya pelaku mulai dengan menunjukkan organ intimnya, lalu membujuk korban membuka pakaian. Saat itulah mereka merekam atau mengambil tangkapan layar,” ungkapnya.

Hasil tangkap layar itu nantinya akan dijadikan alat untuk memerasa korban. Dengan ancaman jika permintaan tak dipenuhi maka gambar yang didapat akan disebar di media sosial.

“Gambar yang diambil dijadikan alat pemerasan. Padahal kebanyakan pelaku tidak berada di wilayah Batam,” kata Arif.

Jika korban menolak mengirimkan uang, pelaku langsung mengancam akan menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial atau mengirimkannya ke keluarga korban. Beberapa korban yang ketakutan memilih menuruti permintaan pelaku, bahkan hingga mengalami kerugian besar.

“Dari laporan yang masuk, kerugiannya beragam. Ada yang kena tipu uang,” jabarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Karena biasanya, pelaku sudah paham bagaimana psikologis para korban, dengan memperhatikan postingan di media sosial.

“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya perempuan jika ada yang mengajak berkenalan di media sosial hingga menjanjikan sesuatu, hendaknya dipikirkan matang-matang. Apalagi belum pernah bertemu sama sekali. Jadi tetap berhati-hari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

UPDATE