Minggu, 25 Januari 2026

Pesanan Bendera Mulai Mengalir, Pedagang di Batam Optimistis Penjualan Meningkat Jelang 17 Agustus

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang.

batampos – Sepekan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kota Batam mulai merasakan peningkatan penjualan. Meski jumlahnya belum sebanyak tahun lalu, para pedagang tetap optimistis tren pembelian akan melonjak mendekati hari H.

Pantauan Batam Pos, Minggu (10/8), lapak-lapak bendera mulai bermunculan di pinggir jalan utama. Salah satunya di depan Pasar Tiban Centre, Kecamatan Sekupang. Heri, pedagang yang sudah belasan tahun berjualan bendera setiap Agustus di kawasan Tiban Lama, mengatakan bahwa pembeli sudah mulai berdatangan sejak beberapa hari terakhir.

“Memang belum ramai sekali, tapi setiap hari ada saja yang beli. Rata-rata 20 sampai 25 bendera berbagai ukuran,” ujar Heri.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, sekolah, hingga instansi pemerintah yang membeli bendera dalam jumlah besar. Tahun ini, lonjakan pembeli itu belum terlalu terasa.

“Paling banyak sekarang beli ukuran sedang untuk dipasang di rumah-rumah. Kalau pesanan besar dari kantor atau sekolah biasanya datang mendekati tanggal 17 Agustus,” ucapnya.

Heri menjual berbagai jenis bendera dan pernak-pernik kemerdekaan. Mulai dari bendera kecil seharga Rp10 ribu, bendera ukuran besar, hingga background kain merah putih untuk panggung dengan harga mencapai Rp150 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk instansi dan sekolah. Namun, hingga akhir Juli, pesanan dekorasi besar masih sangat minim.

Hal senada disampaikan Andre, pedagang bendera lainnya yang berjualan di kawasan Batuaji. Menurutnya, pembeli yang datang kebanyakan adalah warga yang ingin menghias rumah, sementara pesanan dari instansi baru akan ramai pada pekan kedua Agustus.

“Kalau kantor, sekolah, dan organisasi masyarakat biasanya pesan sekaligus banyak, bisa puluhan bendera dan umbul-umbul. Tapi biasanya memang mepet ke tanggal 17,” kata Andre.

Para pedagang meyakini, meski penjualan tahun ini terasa lebih lambat, jumlah pembeli akan meningkat tajam menjelang puncak perayaan. Mereka berharap suasana peringatan kemerdekaan tahun ini tetap semarak, sehingga omzet penjualan bendera dan pernak-pernik bisa mendekati bahkan melampaui tahun lalu.

“Kalau tahun lalu, sehari bisa habis sampai 50-an bendera berbagai ukuran di puncak penjualan. Mudah-mudahan minggu depan bisa seperti itu lagi,” ujar Heri.

Lapak-lapak bendera dan umbul-umbul ini biasanya hanya buka setahun sekali, mulai akhir Juli hingga sehari setelah perayaan 17 Agustus. Keberadaan mereka menjadi salah satu penanda bahwa suasana peringatan kemerdekaan mulai terasa di berbagai sudut Kota Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update