
batampos – Rencana pemerintah pusat untuk merelokasi 2.000 warga Gaza korban perang ke Pulau Galang kembali memunculkan isu baru. Kabar yang beredar menyebut para pengungsi tersebut akan ditempatkan di rumah-rumah relokasi warga Rempang yang berada di Tanjung Banon.
Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang meninjau kawasan Tanjung Banon pada Selasa (12/8), menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Di sini (Tanjung Banon) saya pastikan tidak ada,” tegasnya.
Bahkan, ia sama sekali belum menerima informasi resmi mengenai penempatan warga Gaza di hunian relokasi Rempang. Ia menilai isu yang beredar tersebut sebaiknya tidak langsung dipercaya sebelum ada penjelasan dari pihak yang berwenang di tingkat pusat.
“Kalau soal itu, saya tidak dapat informasi. Nanti biarlah pemerintah pusat, dalam hal ini mungkin Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Sosial, yang akan menjawab,” ujarnya.
Kawasan Tanjung Banon saat ini menjadi lokasi relokasi bagi warga Rempang yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City. Pemerintah telah membangun ratusan rumah yang sebagian besar sudah ditempati sejak 2024.
Isu penempatan pengungsi Gaza di Tanjung Banon muncul di tengah sorotan publik terhadap kesiapan infrastruktur Pulau Galang. Ada pula kekhawatiran kehadiran ribuan pengungsi akan memengaruhi ketersediaan fasilitas dan pelayanan publik di daerah tersebut. (*)



