
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka secara resmi “Wali Kota Batam Open Karate Championship” di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Jumat (15/8). Kejuaraan yang digelar hingga 17 Agustus ini memperebutkan piala bergilir Wali Kota Batam dan piala tetap Wakil Wali Kota Batam.
Turnamen ini diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Kepri. Ajang tersebut menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter atlet karate.
“Tanpa kompetisi yang sehat, tidak akan mungkin lahir atlet-atlet yang hebat,” kata Amsakar.
Katanya, prestasi memang penting, namun sportivitas jauh lebih utama. Ia berharap para peserta menjunjung tinggi nilai-nilai fair play selama pertandingan.
“Penting menjadi juara, tapi lebih penting lagi menjaga sportivitas,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara dan pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Batam. Penyelenggaraan kejuaraan kali ini berlangsung rapi dan terencana.
Ia berharap Forki Batam yang baru dilantik dapat memperkuat soliditas internal dan membangun komunikasi lintas organisasi karate, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.
“Tidak kalah pentingnya, bangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah dan dunia usaha, karena atlet hebat lahir kalau seluruh organisasi bergerak bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Harian Forki Batam, Kamal Mustafa, menyampaikan, kejuaraan kali ini terbuka untuk seluruh kelompok usia, mulai dari usia dini hingga senior.
“Kami berterima kasih kepada Wali Kota, khususnya Ketua Umum Forki Batam, yang sudah bekerja keras mengadakan event ini. Sudah lama kami menunggu momen seperti ini,” kata dia.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Total ada 937 atlet yang terdaftar, berasal dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Mereka terdiri dari atlet putra dan putri yang siap bertanding di berbagai kelas.
Selain memperebutkan piala bergilir dan piala tetap, panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai senilai Rp28,5 juta. Hadiah ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk tampil maksimal di setiap pertandingan. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi para pelatih dan pengurus klub karate di Kepri.
“Hasil dari pertandingan ini bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi,” kata Kamal.
Kejuaraan ini digelar dengan sistem pertandingan resmi sesuai peraturan Forki dan federasi karate dunia. Selama tiga hari, para peserta akan berjuang di atas tatami untuk membuktikan kemampuan teknik dan strategi mereka. (*)
Reporter: Arjuna



