
batampos – PT Karimun Amanah Nasional sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Smart City Batam: Akselerasi Infrastruktur Digital, Sistem Pengadaan Digital, dan Proteksi Siber” pada Kamis (21/8).
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini diikuti 432 peserta dari berbagai instansi pemerintahan, lembaga, serta praktisi teknologi informasi.
Acara dipandu oleh Ketua Umum Asosiasi Katalog Elektronik Nasional (AKEN), Sutardi, dengan MC Intan Dinara.
FGD dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, serta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi.
Nugroho menegaskan pentingnya proteksi siber dalam mendukung transformasi digital nasional.
Menurutnya, keamanan adalah fondasi yang tidak bisa ditawar, sebab tanpa perlindungan yang kuat, seluruh infrastruktur digital yang dibangun akan rapuh dan berisiko tinggi.
Ia menekankan bahwa BSSN berkomitmen mendukung pemerintah daerah, termasuk Batam, dalam membangun ketahanan siber yang kokoh.
Sementara itu, Hendrar Prihadi menyoroti peran vital sistem pengadaan digital dalam menciptakan birokrasi yang lebih transparan dan akuntabel.
“Pengadaan digital bukan sekadar perubahan sistem, melainkan juga transformasi budaya birokrasi menuju tata kelola modern dan efisien,” ujarnya.
Sejumlah pakar turut menyampaikan materi strategis dalam forum ini. Patria Susantosa, Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP, menjelaskan pentingnya penerapan cognitive procurement berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mewujudkan sistem pengadaan yang lebih cerdas, prediktif, dan adaptif.
Dr. Sulistyo, Deputi III BSSN, menegaskan urgensi penerapan prinsip security by design dalam setiap pembangunan sistem digital pemerintahan.
“Tanpa kepercayaan publik, digitalisasi hanya akan menjadi jargon. Karena itu, keamanan harus ditanamkan sejak tahap desain agar infrastruktur digital tidak hanya modern, tetapi juga tangguh menghadapi ancaman,” kata Patria.
Dari Batam, Kepala Pusat Data dan Informasi BP Batam, Sylvia J. Malaihollo, memaparkan inisiatif transformasi digital yang sedang dijalankan.
Berbagai aplikasi terintegrasi seperti B-Care, B-FAST, IBOSS, B-Audit, B-SIMS, dan FBMS dihadirkan untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Sylvia menekankan bahwa inovasi digital ini juga membuka ruang investasi yang lebih luas bagi Batam.
Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan dari peserta. Salah satunya datang dari Yusuf Suprapto dari PT Karimun Amanah Nasional yang menanyakan bagaimana konsep security by design dapat mendukung iklim investasi yang aman di Batam.
Menjawab hal ini, Deputi BSSN Dr. Sulistyo menekankan bahwa integrasi keamanan sejak tahap perencanaan akan memperkuat transparansi, akuntabilitas, sekaligus meminimalisasi risiko kebocoran data, sehingga menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Selain membahas isu keamanan dan pengadaan digital, forum juga menyinggung pemanfaatan teknologi blockchain dalam sistem pengadaan, roadmap Smart City Batam, hingga strategi mengatasi kesenjangan digital.
Semua itu memperlihatkan betapa luasnya perhatian publik terhadap percepatan transformasi digital di Batam.
FGD ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga pijakan strategis bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai kota pintar berdaya saing global.
Transformasi digital yang berkelanjutan diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, memperkuat investasi, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel.
Sebagai tindak lanjut, PT Karimun Amanah Nasional memastikan keterlibatannya dalam ajang Indonesia Sustainable Procurement Expo (ISPE) 2026 di Jakarta.
Pameran ini akan mempertemukan penyedia barang dan jasa dengan instansi pemerintah dari seluruh Indonesia untuk mendorong pengadaan yang berkelanjutan, transparan, dan berbasis teknologi. (*)



