
batampos – Warga Batumerah dan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, mendatangi DPRD Batam untuk mengadukan suplai air bersih yang tidak menentu, Senin (8/9).
Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, mengapresiasi langkah masyarakat memilih jalur musyawarah ketimbang aksi demonstrasi. “Kami berterima kasih atas kedatangan masyarakat. Mereka menyampaikan persoalan dengan duduk bersama mencari solusi,” kata Aweng.
Menurutnya, Batam sedang dalam masa pemulihan ekonomi pasca-Covid. Karena itu, stabilitas sosial harus dijaga agar iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi tetap terpelihara.
Baca Juga: Gangguan Air Bersih di Nongsa, Air Batam Hilir Lakukan Penyambungan Pipa Jumat Siang
Dalam pertemuan, DPRD bersama BP Batam dan PT Moya sepakat menyiapkan langkah darurat. Tandon dan tangki air akan disediakan sementara agar warga tidak kesulitan. “Solusi cepatnya pengadaan tangki dan tandon. Harus dimaksimalkan,” tegas Aweng.
Selain itu, solusi jangka panjang juga disiapkan. BP Batam dan PT Moya menargetkan pemasangan pipa baru di kawasan Batuampar yang diproyeksikan selesai pada Juli 2026. “Dengan pipa baru, distribusi air di Batuampar akan lebih lancar,” tambahnya.
Masyarakat Batumerah dan Tanjungsengkuang menyambut baik upaya tersebut, namun berharap distribusi darurat tetap diperhatikan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka juga meminta koordinasi rutin dengan tokoh masyarakat.
Aweng memastikan DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. “Kami pastikan semua pihak terlibat aktif, agar solusi darurat berjalan dan program jangka panjang benar-benar terealisasi,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna



