
batampos – Setiap pagi dan siang, suasana di depan SMPN 47 Batam, Marina, selalu diwarnai kecemasan. Bukan hanya bagi para siswa, tapi juga orang tua yang menunggu anaknya pulang sekolah. Pasalnya, gerbang sekolah ini langsung bersentuhan dengan jalan raya Marina City yang padat kendaraan. Trotoar sempit menjadi satu-satunya pembatas, membuat arus lalu lintas bercampur dengan lalu-lalang siswa dan orang tua.
Kondisi itu kerap memicu kemacetan, terlebih saat jam masuk dan pulang sekolah. Bahkan, insiden kecelakaan lalu lintas beberapa kali terjadi karena tidak adanya zona aman. “Kami khawatir setiap hari. Anak-anak keluar sekolah langsung berhadapan dengan kendaraan. Semoga ada perhatian khusus agar lebih aman,” ungkap Anita, salah seorang wali murid SMPN 47.
Situasi serupa juga tampak di Sagulung. Tepatnya di depan SDN 01 dan SDN 08 yang berdiri di tepi Jalan Brigjen Katamso, salah satu jalur utama dengan arus kendaraan padat. Murid-murid yang baru keluar gerbang langsung berhadapan dengan kendaraan yang melintas deras. Tak jarang, antrean kendaraan orang tua yang menjemput justru memperparah kemacetan.
“Namanya anak-anak, kadang masih suka bermain dulu sebelum pulang. Itu yang berbahaya. Sudah ada beberapa yang kesenggol kendaraan. Bahkan orang tua yang menjemput pun ada yang kena,” ujar Andi, orang tua murid SDN 01.
Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali mengajukan permintaan agar zona selamat sekolah (ZoSS) segera dibuat kembali. Fasilitas berupa marka jalan, zebra cross, dan rambu peringatan itu dianggap sangat penting untuk memperlambat laju kendaraan.
Kepala SDN 008 Sagulung, Sarino, menuturkan bahwa ZoSS sebenarnya pernah ada, namun hilang saat pelebaran jalan. “Sekarang makin rawan karena langsung berbatasan dengan jalan raya. Kami sudah usulkan di Musrenbang, tapi belum terealisasi,” ucapnya.
Menanggapi keresahan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, menegaskan pihaknya akan turun tangan. “Saya baru menjabat Kadishub. Masukan dari orang tua dan sekolah akan segera kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Keselamatan siswa tentu menjadi perhatian,” tegasnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



