
batampos – Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus melonjak. Warga di kawasan Marina, Tanjung Riau, Sagulung, hingga Batuaji mulai resah. Mereka mendesak pemerintah segera menggelar fogging massal untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, biang penyakit mematikan ini.
“Nyamuk sekarang makin banyak, apalagi di perumahan padat. Kami butuh fogging supaya tidak semakin banyak yang jatuh sakit,” kata seorang warga Marina, Senin (15/9).
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Data RSUD Embung Fatimah Batam mencatat, lebih dari 40 pasien DBD tengah dirawat. Dari jumlah itu, 24 pasien berasal dari Batuaji, 17 dari Sagulung, sisanya dari Sekupang dan Bengkong.
Baca Juga: Terdapat 602 Kasus Demam Berdarah, Dinkes Serukan Kewaspadaan selama Musim Hujan
“Mayoritas pasien anak usia sekolah dasar. Mereka datang dengan demam tinggi dan trombosit rendah, beberapa bahkan butuh perawatan intensif,” ujar Humas RSUD, Ellin Sumarni.
Lonjakan kasus ini juga diakui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Tren tahun ini disebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, meski masih dalam kategori terkendali. Dinkes tetap mengingatkan warga agar aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur wadah berpotensi sarang nyamuk.
Namun, warga menganggap PSN saja belum cukup. “Fogging penting untuk memutus rantai penyebaran. Kalau hanya bersih-bersih, kami sudah lakukan. Tapi nyamuk tetap saja banyak,” keluh Irma, warga Sagulung.
Meningkatnya kasus DBD di Batam menjadi alarm bagi semua pihak. Tanpa langkah pencegahan serius dan cepat, dikhawatirkan jumlah pasien terus bertambah. Sinergi pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat mutlak dibutuhkan agar wabah ini tidak meluas. (*)
Reporter: Eusebius Sara



