
batampos – Aksi nekat dua remaja mencuri motor di parkiran masjid berujung apes. Belum sempat menikmati hasil curiannya, keduanya keburu ditangkap warga dan videonya sempat viral di media sosial. Dari situlah benang kusut kasus curanmor di Sagulung mulai terurai.
Keduanya adalah Dm (17) dan Ar (15), masih remaja dan berstatus pelajar. Tapi mereka sudah lihai membobol motor menggunakan gunting parkir alat yang biasanya hanya dipakai teknisi. Sasarannya pun bukan tempat sepi, tapi justru Masjid Al Ikhlas, Sagulung Baru, Minggu (14/9) lalu.
Berawal dari kecurigaan korban yang kehilangan motor dan melihat kendaraan miliknya di sekitar rumah Dm. Ia pun mengajak warga untuk mendatangi lokasi. Dm langsung diamankan. Tidak sendiri, seorang temannya juga ikut tertangkap. Videonya tersebar cepat, dan tak butuh waktu lama, polisi turun tangan.
“Ya benar, ada lima remaja yang kami amankan. Dua sudah kami tetapkan sebagai tersangka, tiga lainnya masih kami dalami keterlibatannya,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, Kamis (18/9).
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menambahkan, dari hasil pengembangan kasus, polisi menemukan dua unit motor hasil curian, masing-masing Yamaha Jupiter BP 4098 JD dan BP 4269 BU. Tiga remaja lain—berinisial Fe, Se, dan Ri yang juga masih duduk di bangku sekolah, diamankan di lokasi berbeda.
“Saat ini baru dua orang yang terbukti kuat sebagai pelaku utama. Tiga lainnya masih kami periksa sebagai saksi karena belum cukup bukti,” jelas Anwar.
Dugaan sementara, komplotan ini tidak hanya beraksi sekali. Modus yang mereka gunakan terbilang terencana dan sistematis. Alat sudah disiapkan, target pun jelas. Tak menutup kemungkinan ada lokasi kejadian lain yang belum terungkap.
Polisi kini fokus mendalami dua laporan kehilangan motor yang cocok dengan barang bukti. Namun penyidikan terus berjalan dan bisa meluas.
Atas perbuatannya, dua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara tiga lainnya masih dalam pengawasan orang tua.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat Sagulung yang mengaku resah atas maraknya aksi curanmor. Warga berharap polisi terus meningkatkan patroli, khususnya di kawasan rawan dan fasilitas umum seperti rumah ibadah dan sekolah. (*)
Reporter: Eusebius Sara



