
batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di SDN 001 Batuaji sempat menuai sorotan. Seorang wali murid menganggap menu yang disajikan kepada siswa kurang variatif dan terkesan seadanya.
Namun, pihak sekolah tak tinggal diam. Ketua Pelaksana MBG, Budiono, angkat bicara untuk meluruskan informasi. Ia menegaskan bahwa semua makanan yang diberikan kepada siswa telah melalui proses perencanaan gizi yang ketat, sesuai standar dari pemerintah.
“Setiap hari menunya berganti. Kami pastikan kebutuhan protein, vitamin, dan gizi seimbang terpenuhi,” ujar Budiono saat ditemui, Rabu (24/9). “Semua terdokumentasi. Ada laporan dan foto yang bisa dilihat,” tambahnya.
Tak hanya soal gizi, menurut Budiono, kehadiran program ini justru membawa dampak positif bagi semangat belajar siswa. Anak-anak menjadi antusias untuk datang ke sekolah dan penasaran dengan menu yang akan disajikan keesokan harinya.
“Contohnya hari ini kami berikan roti isi daging dan keju. Kemarin menunya ayam, nasi, sayur wortel, dan tempe. Mereka senang sekali,” ujarnya sambil tersenyum.
Program MBG di SDN 001 Batuaji menyasar sebanyak 947 siswa, jumlah yang tak sedikit. Kehadiran program ini tak hanya membantu pertumbuhan anak secara fisik, tapi juga meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan makan siang anak mereka.
Menanggapi kekhawatiran sebagian wali murid, Koordinator Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, memastikan bahwa menu MBG sudah disusun bersama ahli gizi.
“Orang tua tidak perlu cemas. MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan gratis. Ini adalah program serius untuk membiasakan anak-anak makan sehat sejak dini,” tegas Defri. (*)
Reporter: Eusebius Sara



