Rabu, 14 Januari 2026

797 Unit iPhone yang Dibawa Mobil CR-V Gagal Diselundupkan Lewat Kapal Roro

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ihpone yang berhasil diamankan petugas dari pelaku penyelundupan. f.yashinta

batampos– Aksi penyelundupan ratusan telepon genggam (iPhone) bernilai miliaran rupiah berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Batam. Barang mewah itu ditemukan di dalam sebuah mobil Honda CR-V berpelat nomor BP 1291 AE, Sabtu (27/9) siang.

Mobil tersebut hendak menyeberang menggunakan KMP Barau dari Pelabuhan ASDP Punggur sekitar pukul 13.00 WIB. Menggunakan momen sepi pengunjung, kendaraan itu mencoba langsung masuk ke dalam lambung kapal. Namun, gerak-geriknya mencurigakan sehingga dicegat petugas untuk diperiksa.

Benar saja, saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan koper berisi ratusan unit iPhone berbagai tipe. Informasi lapangan menyebutkan jumlah totalnya mencapai 797 unit.

BACA JUGA: PN Batam Klarifikasi Putusan Kasus Penyelundupan 100 iPhone, BB Dinyatakan Dirampas untuk Dimusnahkan

Berdasarkan keterangan awal, barang-barang selundupan itu rencananya dibawa menuju Tanjung Uban, Bintan, untuk kemudian didistribusikan ke luar Batam.

Sejumlah pelaku mengaku, jalur Batam–Bintan kerap dijadikan rute alternatif untuk menghindari pengawasan ketat di jalur utama. Bahkan, mereka menyebut Batam sebagai zona “merah” karena penjagaan yang semakin diperketat.

Kabid P2 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Muhtadi, membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

“Iya, ada penangkapan iPhone di Pelabuhan ASDP Punggur,” ujar Muhtadi, Senin (29/9).

Meski begitu, ia belum merinci jumlah pasti barang bukti karena masih dilakukan pencacahan secara detail. Saat ini, seluruh barang bukti sudah diamankan di Kantor Utama Bea Cukai Batu Ampar.

“Untuk lebih berapa jumlahnya saya tak hafal,” katanya singkat.

Kepala Bea dan Cukai Batam, Zaki Firmansyah, juga membenarkan penindakan ini. Namun, ia menyebut detail pengungkapan akan disampaikan resmi pada rilis pers, Rabu (2/10) mendatang. (*)

Reporter: Yashinta

 

Update