Jumat, 23 Januari 2026

Batam Batik Fashion Week 2025, Batik Jembatan Barelang Jadi Ikon

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Dekranasda Batam Erlita Amsakar, Nenny Dwiana Nyanyang berfoto dengan para model pada acara pembukaan Batam Batik Fashion Week 2025 di Dataran Engku Putri Batam Center, Kamis (2/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pagelaran Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025 resmi dibuka di Dataran Engku Putri, Kamis (2/10), bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional. Acara yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober, ini mengusung tema “Menjembatani Warisan Budaya Mendunia.”

Dalam ajang tersebut Pemerintah Kota Batam juga secara resmi meluncurkan Batik Jembatan Barelang sebagai motif batik khas terbaru

Ketua Harian Dekranasda Batam, Gustian Riau, menyebut ajang ini digelar rutin setiap tahun, kecuali saat pandemi Covid-19. Tahun ini, Batik Jembatan Barelang menjadi salah satu ikon yang diperkenalkan.

“Alhamdulillah, selama dua bulan terakhir omzet penjualan Batik Jembatan Barelang sudah mencapai Rp1,5 miliar. Ini bukti bahwa batik lokal Batam semakin diterima pasar,” ujarnya.

Baca Juga: Batam Gelar Batik Fashion Week 2025, Angkat Citra Budaya di Kota Modern

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Batam Erlita Amsakar dalam sambutannya menekankan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan jembatan yang menghubungkan tradisi dengan modernitas.

“Sebagaimana pesan Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan budayanya sendiri,” katanya.

Acara pembukaan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Ia menilai perhelatan ini bukan hanya momentum merayakan Hari Batik Nasional, tetapi juga menegaskan identitas Batam sebagai kota modern yang berakar pada budaya.

“Batik bukan sekadar identitas, melainkan juga warisan yang harus kita jaga. Ajang ini menjadi kesempatan memperkenalkan Batik Batam kepada dunia. Dengan dukungan Dekranasda, pengrajin Batam mampu menghasilkan karya yang bersaing dengan daerah lain,” ujar Claudia.

Ia menambahkan, Batik modern diharapkan bisa menarik minat generasi muda untuk mencintai budaya sekaligus mengembangkan karya kreatif.

Baca Juga: Angka Kejahatan di Kepri Menurun, Tapi Batuaji dan Sagulung masih Masuk Kategori Rawan

“Melalui BBFW, kita membuka peluang pasar, berkolaborasi, dan menunjukkan bahwa Batik Barelang punya potensi besar untuk mendunia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, panitia juga meluncurkan logo resmi BBFW 2025 sebagai simbol kegiatan tahunan ini. Claudia berharap event ini menjadi kebanggaan masyarakat Batam sekaligus mendorong nilai ekonomi kreatif di daerah.

“Semoga kegiatan ini memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat Batam. Mari ramaikan BBFW sebagai bentuk dukungan kita terhadap batik lokal,” kata dia. (*)

 

Reporter: M. Sya’ban

Update