Sabtu, 24 Januari 2026

Lubang Menganga di Batuaji dan Sagulung, Warga Waswas Tiap Melintas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kerusakan jalan di Marina City. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kerusakan jalan di sejumlah titik di wilayah Batuaji dan Sagulung makin mengkhawatirkan. Pantauan di lapangan, aspal yang mengelupas, lubang besar, hingga genangan air hampir merata di ruas-ruas utama. Tak sedikit pengendara motor yang terjatuh karena terjebak lubang yang tersembunyi di bawah air.

Beberapa titik yang paling terdampak antara lain akses menuju kawasan galangan kapal Seilekop, jalan ke pelabuhan Sagulung, serta jalan masuk ke Kaveling Baru. Seluruh permukaan jalan di lokasi ini nyaris rata dengan lumpur dan genangan.

“Kalau dibiarkan terus begini, makin lama makin parah. Harusnya ada perawatan rutin, jangan tunggu rusak baru diperbaiki,” keluh Aidil, warga Batuaji, Selasa (7/10).

Tak hanya genangan air yang menjadi penyebab, lalu lintas kendaraan berat setiap hari juga mempercepat kerusakan jalan. Truk-truk bermuatan menuju kawasan industri dan pelabuhan membuat aspal tak lagi mampu menahan beban.

Camat Sagulung membenarkan kondisi tersebut dan mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam. “Kami pantau terus di lapangan dan sudah sampaikan ke dinas terkait. Mudah-mudahan segera tertangani,” ujarnya.

Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, mengatakan perbaikan saat ini masih dilakukan secara bertahap dengan sistem tambal sulam. Hal ini dilakukan sambil menunggu anggaran untuk perbaikan permanen.

“Tim kami di lapangan terus bergerak. Penanganan dilakukan bertahap sesuai kondisi dan ketersediaan dana,” kata Suhar.

Ia juga menambahkan, genangan air yang tak kunjung surut menjadi salah satu penyebab utama cepatnya kerusakan jalan. Karena itu, pihaknya juga tengah mempersiapkan program pembenahan drainase di titik-titik rawan banjir.

“Kami upayakan saluran air diperbaiki agar air tidak menggenang terus di badan jalan,” jelasnya.

Warga berharap rencana tersebut segera direalisasikan. Mereka khawatir jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan jalan bisa memicu kecelakaan dan semakin mengganggu aktivitas harian. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update