Senin, 26 Januari 2026

Polisi Akan Periksa Manajemen PT Caterpillar Batam, Terkait Keterlambatan Laporan Kematian Karyawan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gudang PT Caterpillar Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos— Kepolisian Sektor Batuaji akan memeriksa pihak manajemen PT Caterpillar Indonesia Batam terkait keterlambatan pelaporan atas meninggalnya seorang karyawan bernama Reza Ramadhan (26) di area gudang perusahaan kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi Kamis (2/10) sekitar pukul 14.53 WIB, ketika korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di area kerja. Rekaman CCTV menunjukkan Reza sempat berjalan di dalam gudang sambil memegang dada kirinya dan tangan kanan memegang ponsel, sebelum akhirnya ambruk.

Tim medis perusahaan segera memberikan pertolongan pertama berupa pengecekan tanda vital, pemberian oksigen, dan resusitasi jantung paru (CPR).

BACA JUGA: FSPMI Desak Polisi dan Pengawas Turun Tangan Usut Kematian Karyawan PT Caterpillar

Karena kondisi korban tidak menunjukkan respons, manajemen memanggil tim medis dari Rumah Sakit Awal Bros Batuaji untuk memberikan bantuan lanjutan. Sekitar pukul 15.33 WIB, satu dokter dan dua paramedis tiba di lokasi dan membawa korban ke klinik perusahaan. Setelah penanganan awal, korban dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batuaji pada pukul 16.02 WIB. Setibanya di rumah sakit, sekitar pukul 16.59 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian korban adalah henti jantung (cardiac arrest). Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah kematian tersebut berkaitan dengan aktivitas kerja atau faktor kesehatan pribadi. Termasuk dengan rencana memeriksa keterangan dari keluarga korban.

Yang menjadi perhatian polisi adalah laporan kejadian baru diterima pada Jumat sekitar pukul 21.00 WIB malam, sehari setelah korban dinyatakan meninggal. Sementara itu, jenazah sudah lebih dulu dipulangkan ke kampung halamannya di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, pada Jumat (3/10) pagi dan dimakamkan sebelum penyelidikan dilakukan.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih jauh alasan keterlambatan laporan tersebut. “Kasus ini belum kami tutup. Kami masih memastikan apakah kejadian ini murni karena sakit atau termasuk kecelakaan kerja. Kejadian baru dilaporkan Jumat malam, dan jenazah sudah dimakamkan. Ini yang akan kami telusuri,” ujar Bimo, Rabu (8/10).

Ia menambahkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa dua orang saksi, yakni rekan kerja korban dan pelapor dari pihak perusahaan. Selain itu, rekaman CCTV di lokasi juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. “Kami juga akan memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan terkait keterlambatan laporan ini,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT Caterpillar Indonesia Batam melalui keterangan pelapor menyampaikan telah melakukan penanganan medis sesuai prosedur dan membantu proses pemulangan jenazah ke pihak keluarga. Kepolisian memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kematian korban dapat dipastikan dan tidak menimbulkan spekulasi di kalangan pekerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Update