Sabtu, 3 Januari 2026

Sampah Dibakar, Warga Marina Terkena ISPA

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Marina. Sebagian sampah dibakar untuk mengurangi volume. (F:Rengga Yuliandra)

batampos – Udara yang kerap diselimuti asap di kawasan Marina, Sekupang, belakangan ini mulai menimbulkan dampak kesehatan bagi warga. Seorang ibu dilaporkan terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah diduga terpapar asap dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar tempat tinggalnya.

Sebelum dilarikan ke RSUD Embung Fatimah Batam, korban sempat berobat di Klinik Global Medical Center Marina. Ia menyebut, sebagian besar pasien di klinik tersebut juga mengalami keluhan serupa.

“Ketika saya dirujuk ke RSUD Embung Fatimah, ruangan steril sudah penuh dengan pasien ISPA. Saya harus dirawat di UGD dari pagi sampai sore,” ujar korban, Jumat (10/10).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, membenarkan bahwa ISPA masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Batam. Berdasarkan data Dinkes, kasus ISPA tercatat fluktuatif sepanjang 2025, dengan lonjakan tertinggi pada Februari mencapai 5.343 kasus.

“Anak-anak, bayi, dan lansia adalah kelompok paling rentan terhadap ISPA karena daya tahan tubuh mereka lebih lemah. Mereka mudah terserang penyakit pernapasan, terutama saat kondisi lingkungan tidak stabil,” jelas Didi.

Menurut Didi, asap hasil pembakaran terbuka, termasuk pembakaran sampah, mengandung berbagai zat berbahaya bagi tubuh.

“Asap pembakaran mengandung partikulat halus (PM₂.₅ dan PM₁₀) yang mudah masuk ke paru-paru dan aliran darah. Ada juga karbon monoksida (CO) yang bisa mengikat hemoglobin dan menghambat suplai oksigen ke jaringan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, proses pembakaran plastik yang mengandung klorin dapat menghasilkan dioksin dan furan, dua zat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan kanker.

“Juga terdapat nitrogen oksida dan sulfur dioksida yang dapat menyebabkan iritasi saluran napas. Kombinasi semua zat ini sangat berbahaya bila terhirup terus-menerus,” ujar Didi.

Paparan asap ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, tenggorokan, dan mata hingga batuk, sesak napas, serta nyeri dada. Dalam jangka panjang, dapat menyebabkan bronkitis, asma kambuh, pneumonia, bahkan penurunan fungsi paru dan peningkatan risiko penyakit jantung serta kanker paru.

“Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti asma, PPOK, atau jantung menjadi kelompok paling rentan. Karena itu, mereka harus benar-benar dilindungi dari paparan asap,” tegas Didi.

Sebagai langkah pencegahan, Didi mengimbau masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pantauan Batam Pos di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Marina, tumpukan sampah dari kendaraan pengangkut kecamatan masih terlihat menumpuk. Sejumlah petugas tampak membakar sebagian sampah untuk mengurangi volume, menimbulkan asap pekat yang menyebar ke permukiman sekitar.

Beberapa warga sekitar TPS mengaku sudah lama terganggu dengan kondisi tersebut. Bau asap kerap tercium hingga ke dalam rumah, terutama pada pagi dan sore hari.

“Kalau petugas mulai bakar sampah, langsung sesak napas rasanya. Anak-anak juga sering batuk,” ujar Rina, warga sekitar. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update