Rabu, 14 Januari 2026

19 Korban Ledakan Kapal Federal II Masih Dirawat, Wagub Nyanyang Sidak PT ASL Shipyard

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura memberikan keterangan usai menjenguk korban ledakan MT Federal II di RS Mutiara Aini. F. Eusebius Sara/Batam Pos.

batampos – Penanganan korban tragedi ledakan kapal tanker MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, terus menjadi perhatian berbagai pihak. Hingga Kamis (16/10), tercatat 19 korban masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda di Kota Batam.

Para korban dirawat di RS Mutiara Aini, RS Graha Hermine, dan RS Elisabeth, dengan sebagian besar mengalami luka bakar serius akibat ledakan hebat yang mengguncang industri galangan kapal terbesar di Batam itu.

Di RS Mutiara Aini, terdapat 11 pasien yang masih dirawat, lima di ruang ICU dan enam di ruang rawat inap. Salah satunya, Bahtiar Napitupulu, mengalami luka bakar hingga 80 persen dan masih dalam kondisi kritis.

“Beberapa pasien sudah mulai stabil dan ada kemungkinan dua atau tiga hari ke depan bisa pulang. Tapi yang luka berat masih kami pantau ketat,” ujar Lia, Humas RS Mutiara Aini.

Sementara itu, di RS Graha Hermine, terdapat enam pasien yang juga masih dalam perawatan, satu di antaranya dirawat intensif di ICU.

“Semua stabil, lima pasien lainnya sudah mulai membaik,” kata Fitri, Humas RS Graha Hermine.

Adapun di RS Elisabeth Batam, dua pasien korban ledakan juga masih dirawat dalam kondisi stabil. Pihak kepolisian memastikan situasi rumah sakit tetap aman dan terkendali.

“Polsek Batuaji terus berkoordinasi dan memantau kondisi pasien secara umum,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad turut menjenguk korban di RS Mutiara Aini. Keduanya menyampaikan dukungan moral kepada keluarga korban dan tenaga medis yang menangani.

“Kami berdoa agar seluruh korban cepat pulih. Yang luka berat masih dirawat intensif, sementara yang ringan diharapkan segera bisa pulang,” ucap Nyanyang.

Usai menjenguk, Nyanyang langsung melakukan sidak ke lokasi kejadian di PT ASL Shipyard untuk meninjau penerapan standar keselamatan kerja (K3). Ia menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan melakukan audit menyeluruh bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

“Kami sudah minta klarifikasi soal SOP dan sistem safety mereka. Meski diklaim sesuai standar, tetap saja kecelakaan terjadi. Kami akan audit ulang dan cari tahu penyebab pastinya,” tegas Nyanyang.

Ia juga menyoroti pentingnya disiplin dalam prosedur kerja berisiko tinggi, seperti pengelasan dan pembersihan tangki, yang harus dipastikan bebas gas berbahaya sebelum dikerjakan.

Hingga kini, aktivitas di area galangan kapal PT ASL masih berjalan terbatas. Kapal Federal II diberi garis polisi (police line), sementara proyek lain tetap beroperasi dengan pengawasan ketat.

Pemerintah memastikan seluruh hak korban akan dipenuhi, termasuk jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi korban luka maupun meninggal dunia.

Tragedi ini menjadi insiden kedua di PT ASL Shipyard dalam lima bulan terakhir, dan kini menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan keselamatan kerja di industri galangan kapal Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Update