
batampos – Langit malam di Nuvasa Bay, Nongsa, Kota Batam pada Sabtu (25/10/2025), berubah menjadi panggung terbuka yang memukau. Di bawah gemerlap bintang dan semilir angin laut, festival musik “Beratapkan Langit” menghadirkan harmoni seni, budaya, dan kreativitas lintas negara dalam satu perayaan yang hangat dan penuh warna.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mewakili Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung dalam acara tersebut.
Festival yang mengusung konsep #TigaSuasanaDalamSatuRasa ini memadukan musik lintas negara, aktivitas seni dan budaya lokal, serta semangat komunitas kreatif muda. Nuvasa Bay dipilih sebagai lokasi karena menghadirkan nuansa modern camping dengan panorama laut yang menawan, menjadi panggung alami yang menyatukan alam, musik, dan budaya dalam satu pengalaman berkesan.
Ajang ini menampilkan musisi dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, antara lain Swara, Nosedive, Windtree, Gaboh & Friends, Liyana Fizi, Yemercy, Enau, Pusakata, Road Roots, serta Raim Laode.
Tak hanya menonjolkan hiburan musik, festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas seni, budaya, dan pertunjukan komunitas lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif di Batam.
Dalam sambutannya, Ardiwinata menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut yang dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis kreativitas dan budaya.
“Batam memiliki potensi luar biasa, tidak hanya sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga sebagai kota kreatif dan tujuan wisata modern. Melalui kegiatan seperti Beratapkan Langit, kami ingin menampilkan wajah baru Batam yang ramah terhadap seni, budaya, dan ekspresi anak muda,” ujar Ardiwinata.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam sangat mendukung upaya komunitas dan penyelenggara acara yang berani menghadirkan konsep segar di ruang publik.
“Ini bagian dari penguatan ekosistem pariwisata kreatif yang kami dorong bersama Wali Kota Batam, Bapak Amsakar Achmad,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Objek Wisata (SOW) Disbudpar Kota Batam, Harry Budiman, menilai festival ini menjadi momentum penting bagi pelaku industri kreatif dan komunitas lokal untuk berkolaborasi di tingkat internasional.
“Event seperti ini membuka peluang besar bagi pelaku seni dan komunitas Batam untuk tampil dan dikenal lebih luas. Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra Batam sebagai kota destinasi kreatif di Asia Tenggara,” tutur Harry.
Dari sisi penyelenggara, Fajar, mewakili panitia, menegaskan bahwa konsep “Beratapkan Langit” bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga merayakan persaudaraan lintas budaya di Asia Tenggara.
“Kami ingin memperkenalkan Batam sebagai destinasi kreatif dan wisata alam yang kaya potensi, serta membangun ekosistem kreatif baru di sini,” ujarnya.
Dengan perpaduan panorama laut yang memesona, musik lintas negara, dan semangat kolaborasi budaya, Festival Musik “Beratapkan Langit” menjadi bukti nyata bahwa Batam terus tumbuh sebagai kota destinasi kreatif dan wisata berkelas di Asia Tenggara. (*)
Reporter: Ratna Irtatik



