
batampos – Barang seken di kawasan Batuaji kini makin sulit ditemukan. Padahal, kawasan ini dulunya jadi surga bagi pemburu barang branded dengan harga miring.
Ismail, pedagang sepatu di kawasan Aviari, mengaku sudah tiga bulan terakhir tidak lagi mendapat kiriman barang dari luar negeri. Biasanya, barang-barang bekas dari Singapura dan Malaysia rutin masuk setiap pekan.
“Sudah tiga bulan nggak ada barang,” ujar Ismail, Selasa (28/10).
Ia mengatakan, kini para pedagang hanya mengandalkan stok lama yang masih tersisa. Namun karena stok menipis, harga jual barang ikut naik.
“Yang dijual sekarang itu stok lama. Karena barang makin sedikit, banyak teman-teman pedagang akhirnya beralih profesi jadi ojek online,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Rahmat, pedagang sepatu di kawasan Jodoh. Ia menyebut kondisi pasar seken kini sepi pembeli karena stok menipis dan harga tak lagi menarik.
“Sehari paling dua barang yang laku. Itu pun cuma cukup buat makan dan bayar arisan,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menegaskan pihaknya berkomitmen menghentikan masuknya barang seken ke Batam.
“Penindakan ini bentuk keseriusan Bea Cukai Batam dalam menstop peredaran barang ilegal,” ujarnya.
Evi menjelaskan, peredaran barang bekas impor bisa mengganggu industri dalam negeri karena memukul produksi lokal.
“Kegiatan ini juga diharapkan memberi efek jera dan menekan pelanggaran serupa di kemudian hari,” katanya.
Kini, di Batuaji, deretan toko seken yang dulu ramai mulai banyak tutup. Beberapa pedagang memilih menunggu stok baru, sementara sebagian lain pelan-pelan meninggalkan bisnis yang pernah berjaya di masa lalu itu. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



